Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Jakarta (Part 3)

Venue lagi! Jadi sebenarnya ortu memang ingin pesta pernikahan yang konservatif, setelah akad lalu langsung resepsi dengan pelaminan statis dan saya mejeng disitu selama 2 jam. Saya sih gak ada masalah dengan itu. Tetapi sebenarnya saya dan pasangan ingin intimate wedding atau minimal mingle. Syaratnya adalah, biaya yang dikeluarkan seharusnya tidak semahal grande wedding yang tamunya ribuan orang. Nah, ini dia hasil puter-puter Jakarta per 19 Maret 2016 berikut konsep yang saya dan calon pikirkan untuk venue-venue ini.

1. Tugu Kunstkring Paleis (CP: Bianca Tania Ngadimin 081 715 8181)

Where: Jl. Teuku Umar No.1, Menteng, DKI Jakarta (dekat stasiun Gambir)

Capacity: Ada beberapa ruangan di sini. Ada lantai 1 dan lantai 2. Lantai 1 ruangan utama bisa tampung 88pax sitting dinner, sebelahnya ruangan utama bisa 40pax. Sementara lantai 2 bisa tampung 88 pax sitting dinner. Kalau standing dengan sewa 2 lantai kira-kira cukup untuk 300 pax. Mereka bisa beberapa event loh dalam 1 waktu, pernah ada yang fine dining di lantai 2 dan di lantai 1 nya ada wedding.

Parking Capacity: kecil banget. Paling parkirnya di jalanan gitu atau valet service. Malahan di depan pintu masuk cuma cukup sekitar 6 mobil.

Availability: bisa sewa pagi ke siang atau sore ke malam.

Price: sebenarnya venue ini adalah restoran, jadi hanya bayar makanannya saja tergantung mau ambil paket yang mana. Range harga buffet 348k++/person sampai paling mahal 688k++/person. Belum termasuk minum, minumnya 60k/person free flow untuk 2 jam. Jadi kalau mau lebih dari 2 jam ya bayar lagi. Harga stall saya gak tanya, karena kalau pesan buffet aja saya rasa sudah cukup karena menunya banyak banget, buffet paling murah saja ada 11 menu.

Minimum revenue berlaku, jadi kalau kamu mau sewa full 1 lantai, kamu harus pesan makanan sampai minimum 130jt half day. Sewa full 2 lantai dikenakan biaya minimum 250jt half day.  Tidak ada charge jika mau membawa dekorasi, entertainment, atau fotografi dari luar, yang penting tidak boleh bawa catering dari luar saja.

The concept: secara arsitektur, bangunannya percampuran Belanda dan Indonesia, saya lihat gebyok dan songket padang, banyak ornamen antik Belanda, lampunya pun sangat Belanda. Konsep yang saya pikirkan jika menikah di sini, tentunya pengantin harus mingle, pelaminan sangat tidak dibutuhkan menurut saya. Jadi setelah akad, langsung makan-makan. Kalau bisa akadnya di lantai 2 karena jika akad di lantai 1 dan mau sitting dinner juga di lantai 1, butuh 2 jam bagi pihak gedung untuk men set kembali meja-meja dan kursi-kursi makannya. Kecuali mau standing dan beberapa sitting table saja. Akad bisa tamunya keluarga saja lalu dilanjutkan malam hari resepsi bersama teman-teman jika memang tidak mau membatasi tamu dengan 150 undangan saja. Jika mau 150 undangan saja lebih baik dari akad langsung acara resepsi supaya hemat biaya.

Untuk dekorasi, saya tampaknya hanya akan butuh bunga-bunga varian warna merah saja, karena gedungnya sendiri sudah banyak ornamennya. Lebih kuatkan di table setting saja. Sentra Bunga bisa jadi vendor dekorasi yang cocok untuk disini karena mereka sudah biasa mendekor di sini. Untuk lighting, jujur pas pertama kali saya lihat gedungnya…OMG suram sekali, kayak museum. Pas masuk saya suka dekornya, tapi ya remang-remang banget. Kalau tamunya kebanyakan expat atau yang artsy, mungkin suka. Tapi kalo orang tua sih kayaknya gak bakal suka.

Untuk makanan, saya kebetulan nyoba makan siangsop buntut dan nasi disana. Taste acceptable, tapi ya biasa aja. I mean, it is 88k oxtail soup……belum termasuk nasi. Emang paling enak makanan Indonesia ga usah aneh-aneh, warteg paling bener.

Saya sudah hitung dengan konsep di atas, agak susah ya karena half day saja bisa habis 250jt dengan hanya 150 undangan. Kalau dekorasi saya butuh 30-40jt, entertainment 10jt, belum wedding dress dan lain-lain, bakal tembus angka 400jt. Sementara 400jt sudah bisa grand wedding di auditorium Manggala Wanabakti dengan 1000 undangan.

So, eliminated.

2. Kembang Goela (CP: Ambar 0896 3246 9684 atau telepon aja ke 021-520 5651, mereka helpful banget)

Where: Parking Lot Plaza Sentral, Jl. Jend. Sudirman Kav. 47-48, DKI Jakarta

Capacity: 1 event bisa 500 tamu.

Parking Capacity: harusnya banyak karena sebenarnya Kembang Goela itu resto di dalam komplek perkantoran. Kalau weekend otomatis gedung-gedungnya bisa dipakai parkir. Saya rasa sih untuk kapasitas parkir aman ya untuk 250 undangan atau 500 tamu.

Availability: bisa booking sehari penuh dengan minimum revenue 150jt saja. Jika half day kalo tidak salah 75jt.

Price: Min. Revenue untuk half day 75jt, full day 150jt saja. Karena resto, jadi hanya bayar makanan saja dan tidak ada charge apa pun jika mau tambah dekorasi, entertainmen, dll dari vendor luar. Harga buffetnya start dari 250k++/person  karena belum termasuk minum free flow start dari 35.500rb/person sampai 225rb/person. Menu buffet paling murah include sekitar 15 menu (termasuk nasi). Additional electricity tambah 1jt saja dan biaya security seikhlasnya.

The Concept: Bagi saya ini pilihan yang lebih baik daripada Tugu Kunstkring dari segi harga, lokasi, kapasitas, juga parkiran. Dari internet juga gak remang-remang kayak di Kunstkring (belum sempat kesana karena gak cukup waktu sehari mengunjungi 3 venue huhuuu, karena rencana ke sini tapi malah belok ke Sampoerna Strategic).

Konsep saya kalau wedding di sini, akad pagi dengan keluarga (200 pax) lalu lanjut resepsi siang dengan teman-teman ortu (500 pax). Lalu malamnya lanjut resepsi dengan teman-teman (300 pax). Konsepnya sih semi standing saja. Sebenarnya masih bisa dipakai daripada di Tugu. Biaya makan dan venue tembus 240jt untuk 1000 orang dengan konsep partisi acara. Sisanya pinter-pinter dekorasi deh jangan terlalu banyak dekor, walau tempatnya seperti kolonial betawi gitu. Paling bunga-bunga saja dan 1 pelaminan cukup. Lagi-lagi, Sentra Bunga bisa jadi pertimbangan vendor dekor karena mereka sering handle di sini.

3. Rumah Maroko (CP: Ari 0852 8643 5233)

Where: Jl. Tasikmalaya No. 4 Menteng, DKI Jakarta (dekat Ibis Budget Menteng dan dekat Taman Menteng)

Capacity: 1 event bisa 500 pax

Parking Capacity: kata pengurus gedungnya bisa 350 valet parking

Availability: sewa untuk full day, hanya 1 event dalam 1 hari

Price: this is the most reasonable price for beautiful wedding venue, I promise. Harganya 195jt (nett) semua ruangan, full day, complimentary 1 night stay in Villa Datuk Hakim Cilember (worth 1.5jt/night), complimentary prewed photo in Rumah Maroko (worth 10 million rupiah), standard decor berupa flower petal, floating candle dan moroccan lantern, sound system 5k watt, free flow mineral water, moroccan iced mint tea (yang konon katanya enak banget) & soft dring selama resepsi, red carpet, wi-fi, valet, police permit, security, 18 round tables, 150 futura chairs with cover, lighting yang udah bagus banget, large screen 3x4m, flower decor di buffet. Untuk harga 2016 itu saya dikasih free 350px buffet, 5 food stall berupa nasi bali, shawarma, salmon coulibiac, slow cooked graind beef rump in raz el hanout, dan hollaindaise poffertjes dengan total food stall untuk 850 pax. MANTAB! Kalo mau tambah buffet atau food stall, buffet range start 250rb/person, food stall start 45.000/person. Price is inclusive to 21% government tax and service charge. Harus ambil misting fan paling gak 6 buah untuk outdoor nya.

Payment: booking fee 10jt untuk lock tanggal, DP 50% lalu bisa tes makanan (makanan harus dipilih dulu baru tes makan, jika tidak sreg bisa ganti maksimal 2 menu saja tapi tidak ada test food lagi).

The Concept: I LOVE THIS PLACE SO MUCH. Arsitekturnya luar biasa, bener-bener detil. gak panas, ada pool side nya, air mancur dimana-mana. Konsepnya kalau disini adalah akad dengan baju nasional (ada kain batik jawa untuk saya pakai) ditambah pelaminan bergaya padang (nyambung sama Maroko). Akad pagi dengan 200 pax keluarga, lalu lanjut resepsi siang dengan teman-teman ortu sebanyak 500 pax, pakai pelaminan di ballroom utama (Casablanca), pelaminan selebar 5-6meter. Lalu resepsi malam dengan teman mempelai sebanyak 300 pax, konsep mingle, pelaminan akan jadi photobooth (walau foto dimana pun di sudut-sudut lain rumah ini semuanya bagus). Untuk baju si calon tetap pakai jas, saya sendiri akan pakai gaun pendek, semacam asimetris yang depannya pendek tetapi belakangnya membuntut gitu (tapi tidak melantai) supaya mingle nya lebih enak tapi tetap terlihat seperti ‘pengantin.’ Warnanya sih mau merah anggur dengan payet yang ramai, HAHAH, biar nyambung sama venue.

Dekorasi standarnya sumpah bagus banget. Rose petalnya penuh di air-air mancur, floating candle nya cantik di kolam, lampu-lampu gedung bisa jadi ambience lighting romantic and warm, kalau mau aman bisa tambah tenda seharga 9.5jt di Riyadh (sebelah pool), bunga di buffetnya guede banget. Pokoknya cantik banget deh, tendanya juga gak biasa jadi ada warnanya dan kain-kain dibentuk kubah gitu. Flower petalnya juga gak nanggung, lantern-nya dimana-mana. Ada charge 5jt jika mau pakai dekorasi dari luar. IMO, untuk dekorasi tambahan paling kasih pelaminan aja cukup sama standing flower di pintu depan. Kalau mau lebih atraktif tinggal kasih tanaman jalar di pillar-pillar yang polos. Denger-denger in house decoratornya jebolan Stupa Caspea.

Entertainmennya variatif ya ada belly dancer, tanoura, whirling dance (1.3jt-1.5jt/dancer). Mereka juga sedia entertainment akustik ataupun lagu timur tengah dengan range harga 5.5jt-8.5jt (MURAH BANGET!). Can’t get enough for all the facilities!

Masih deg-degan masalah parkir, takutnya tamunya kesulitan. Tapi disini sering dipakai oleh kedutaan untuk acara-acara meeting. Bahkan Pak Ahok, gubernur Jakarta saat ini pernah mengadakan acara dining disana dan saya lihat dari fotonya sih tamunya buanyakkk. Yang pasti saya butuh WO yang berpengalaman dengan acara-acara yang konsepnya dipartisi dan ada mingle-nya, pilihan saya jatuh ke Pasoetri WO. Sedikit pricey tapi saya lihat dia sering meng-handle acara-acara yang tidak biasa. Reny dari Pasoetri WO punya banyak ide dan saran ketika saya ngobrol dengan dia via whatsapp, minggu depan rencananya saya akan meeting dengan dia.

Aku suka banget dengan konsep pernikahan disini. Dan setelah hitung2, untuk semua itu hanya butuh budget sekitar 270jt saja!!! Yah, kalau berhasil propose ke ortu untuk pindah venue dari Auditorium Manggala Wanabakti ke sini, saya sudah pasti ambil disini!

Love,

Bridecrisis

 

 

 

 

 

 

Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Jakarta-Sampoerna Strategic (Part 2)

Okeh, selain auditorium Manggala Wanabakti, saya juga survey venue yang bisa menampung kapasitas besar lagi.

Sampoerna Strategic Square-The Atrium (CP: Merry Anggraini, 0816 161 4121)

Where: Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930

Capacity: 2000-3000 persons

Parking Capacity: 1200 mobil, tapi kata papa saya sih parkirnya setengah mati apalagi kalo acara malam karena macet juga daerahnya. IMO, jangan undang 3000 tamu, bisa gila tamunya cari parkir.

Availability: resepsi siang 4 jam atau resepsi malam 4 jam (mulai jam 18.00). Sayangnya jika ingin akad, ada tambahan paket akad sebesar kira-kira 30jt. Bisa akad pagi jam 08.00 atau sore jam 14.00. Satu hari dia hanya available untuk 1 klien saja jadi harus siap-siap cepet-cepetan DP ya karena pasti rebutan tanggal.

Price: Untuk 2000 pax (1000 undangan) Rp 866.200.000 (nett) include catering 1000 pax buffet, 40 pax buffet or early dinner (untuk keluarga), 40 pax for VIP dinner (4 tables @ 10 chairs); dekorasi (tergantung mau pilih siapa dari daftar rekanan, tapi sudah termasuk standard decoration kecuali untuk Suryo Decor, Stupa Caspea dan Vica Art-kalo pilih mereka tidak ada standard decor alias kalian mulai dari 0 rupiah lagi). Std decor include pelaminan, mini garden, standing flower, wedding gate, reception table/angpao box, red carpet/ rose petal. Kalo mau upgrade tergantung mau nambah apa dan tergantung vendor dekornya. Harga tersebut juga termasuk entertainment (1 MC, 2 singers, baby grand piano, saxophone, violin, bass, sound system up to 15.000 watt.

Payment: DP 20jt untuk lock tanggal.

Rekanan:

1. Catering: Al’s Catering, Akasya Catering (banyak orang bilang enak. Tapi beberapa kali kantor saya syukuran pakai mereka, kok saya kurang sreg. Balik lagi ke selera), Adhika Catering, Bali Indah Catering (nasi box nya enak pas saya ikut pemberkatan temen), Christ Iwan Catering, Chez Ingrid Catering, Dasa Catering, Dwi Tunggal Citra (tipe makanannya fancy, tapi lagi-lagi gak sesuai sama selera saya), Dharma Kitchen (untuk vegetarian menu), Yvonne’s.

2. Dekorasi: Akasya Decor, Des Iskandar, Elly Kasim (recommended kalo kamu punya budget berlebih dan mau padang totok), Darmasto Kusumaningrat, Grasida, Garda Decor, Hendra Irawan, Lily Vicky, Suryo Decor (Favorit di sini terutama untuk adat), Stupa Caspea (favorit banyak orang, aku sendiri suka banget karena mereka orisinil. Butuh budget berlebih kalau pengen vendor ini, di atas 150jt so pasti), Tiara Dekorasi Abadi, Vica Art (untuk chinese wedding cocok), 4Season.

3. MC & Entertainment: Budi Prayitno, Christian Hewis, David Entertainment, D&D Entertainment, Holy Queen Entertainment, Kana Entertainment, Mozaik, Entertainment, Trully Entertainment, Princess Entertainment, Xiao Wei.

Review:

No doubt. I LOVE THE ARCHITECTURE! Sangat eropa dengan ceiling tinggi, warna kayu gelap mendominasi jendela dan pintu, marmernya bagus banget di bagian lobi, ada lampu-lampu bergaya moroccan di beberapa lorong, dua sisi tangganya itu unbeatable banget. Kebayang akad di lobi lalu setelah selesai ijab-kabul, pengantin wanita turun dari tangga diperhatikan para tamu. Ngebayanginnya aja merinding. Though, ballroom nya tidak terasa seperti ballroom menurut saya, kurang mewah jika dibandingkan dengan lobinya yang super. Di belakang ballroom bisa dibikin tenda transparan dan cantik banget untuk dipakai acara malam dengan dekorasi yang manis seperti lampu gantung dan ambience lighting yang warm.

Rekomendasi dari saya, kalau mau pakai venue ini, pergunakan arsitektur dengan sebaik-baiknya. Jangan ditutup kain, sayang banget karena gaya eropa Belandanya sangat kental. Dan cobalah lebih klasik dalam mendekor, atau kalau mau adat sekalian karena lebih masuk. It is just my opinion, karena saya sangat menghargai venue, dimana dekorasi harusnya tidak menutupi unsur venue-nya, dekorasi yang bagus adalah dekorasi yang bisa menonjolkan kebaikan venue, bukan malah ditutup dan disulap sampai-sampai gak ketauan bentuk asli venue-nya.

Harganya mahal sih, kayaknya gak masuk budget saya. Tapi IMO, kalo kamu punya budget pernikahan mendekati 1M, sampoerna strategic menurutku sih oke banget.

Love,

Bridecrisis

 

 

Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Jakarta-Auditorium Manggala Wanabakti (Part 1)

Gedung Manggala Wanabakti punya beberapa ruangan. Yang paling besar auditorium yang full indoor, lalu ada Rimbawan I dan II yang semi-outdoor. Saya hanya mendatangi yang auditorium karena undangan saya 1000 invitation.

Auditorium Manggala Wanabakti (CP: lebih baik langsung ke sekretariatnya di lantai dua, karena susah sekali di telepon)

Where: Jl. Jend Gatot Subroto, Kel. Gelora Tanah Abang, Senayan, Jakarta Pusat 10270

Capacity: untuk auditorium, standing party 1250-2500 orang

Parking Capacity: karena milik Kementerian Kehutanan, kapasitas parkiranya bisa dibilang banyak banget. Istilahnya kalau 1250 undangan pada bawa mobil semua, saya yakin cukup karena emang guede bangetttt. Kebetulan kakak saya nikah di sini juga, 1000 undangan, sama sekali tidak terjadi kesulitan parkir dan traffic di dalam komplek Manggala Wanabaktinya. War byasak.

Availability: Acara pagi ke siang (05.00 – 14.00) loading barang untuk vendor bisa dilakukan 1 hari sebelumnya bahkan bisa dari jam 6 sore hari sebelumnya jika memang tidak ada acara, Acara sore ke malam (15.00-23.00).

Price: kebetulan karena ortu orang kehutanan, saya dapat diskon (YEAY!). Dari harga 23jt (tahun 2016) diskon 30% jadi 16.1jt saja.

Payment: DP 5jt saja untuk lock tanggal, bisa juga taruh nama dulu di tanggal tertentu, tapi maksimal 1 minggu kemudian harus DP.

Additional price:

1. PPN 10%, charge kalau ingin mengadakan acara sabtu malam/minggu malam (kalau acara siang tidak kena charge) sebesar 1jt, kalau mau pakai sonokeling II (ruang rias panitia) kena charge 750rb, karpet jalan merah 750rb, surat izin kepolisian 250rb.

2.Charge non-rekanan dekorasi sebesar 2jt, fotografi 1.5jt, entertainment 1jt, catering kayaknya harus pakai rekanan karena tidak ada info charge catering non-rekanan. FYI, kalau pakai yang rekanan kita tidak akan kena charge apa pun. Jika ada akad nikah di depan pelaminan, akan kena charge 2jt. Jika tidak mau kena charge, gunakan saja Sonokeling untuk akad sebelum resepsi.

Rekanan:

1. Dekorasi: Agung Dekor (bagus banget buat adat jawa, tahun 2016 dia start 80jt. Gebyoknya bagus banget dan jawa banget. Dia biasa kasih pelaminan di manggala 16 meter), Arrya, Chantique, Cindua Mato, Des Iskandar (recommended untuk adat padang, dia pasang harga 120jt di Manggala udah termasuk dekorasi, baju adat kurung dua mempelai dan ibu-bapak juga saudara, musik talempong, dan tari gelombang juga pencak silat), Every Decoration, Arland, Sky Wedding, Eko & Friends, Gadih Ranti, Garda, Han’s, Kalingga, Kembang Setaman, Sulthan Decoration, Bunga Keiffa, M Wangi, Mitra Sekar utama, Nauli, N Wangsa, Safira Maharani (dari foto di sekretariat Manggala sih bagus kayaknya), Djus Masri (start 75jt di Manggala dengan paket seperti Des Iskandar), HTC Decoration, Rich Art.

2. Catering: Alfabet (ini saya udah gak ragu, selalu enak di tiap kawinan), Dwi Tunggal Citra (lebih mahal dari alfabet dan tipe makanannya lebih fancy, tapi jujur ga cocok di lidah saya), Caterindo, DIamond, Erin Listya, Gandrung (ini banyak yang pakai tapi saya gak pernah coba), H. Tinah, Kaparinyo, Kiki, Nirwana Indah, Nurmaya Sari, Pasar Minggu, Puspa, Puspita Sawargi (terkenal tapi saya belum pernah coba), Resti, Roma, Sawargi, Sono Kembang, Tidar, Tiara Royal, Tunas, Yvonne’s.

3. Photography: Batavia, Mahaesa Studio (no comment, saya ga suka cara mereka foto pelaminan, kurang simetris dan gak nunjukin pelaminannya sama sekali, udah gitu semahal Potomoto dengan kualitas biasa aja. Balik lagi ke selera ya), Makna Foto, Pasopati, Wong Akbar (mahal, tapi better than Mahaesa kualitasnya. Denger-denger tim mereka sangat cekatan jadi termasuk favorit), Liza Foto (kayaknya punya Sanggar Liza), Lightbrush (kakak saya pakai. Hari H rapi ya, gak nge block pengantin atau menghalangi pemandangan dengan foto-foto seenaknya, tapi gaya editan sih saya kurang suka karena mereka selalu main pendar-pendar cahaya di belakang pengantin. Tapi albumnya bagus sih, dan cepet sesuai deadline. Again, selera), L Galery.

4. Sanggar Pengantin dan Makeup: Sanggar Liza (bagus untuk pernikahan adat, tetapi kalau tidak suka yang terlalu medok, mungkin gak cocok), Sanggar Soeryo, Sanggar Karina.

5. Entertainment: Taman Music Entertainment (jaman kakak saya murah banget, 8jt udah full band. Sekarang mereka udah naik daun jadi full bandnya 50jt. Tapi bagus sih mereka).

Review:

Harga oke banget. Rekanan catering oke juga. Masalahnya sih dekorasi sama fotografi gak sesuai selera saya, dan lari juga sih dari tema saya. Jadi mau gak mau saya cari dekorasi, fotografi dan entertainmen dari luar. Masalah parkir gak akan ada masalah. Masalah lokasi juga gampang, karena dekat MPR. Untuk keamanan, insya Allah aman ya, secara deket MPR dan punya kementerian. Minusnya, memang tidak semewah seperti ballroom hotel atau Birawa, Patra Jasa. Bener-bener tempatnya plong, namanya juga biasa buat pelantikan dan ruang meeting. Paling dekorasinya harus jor-joran. Tapi dengan price dan benefit parkir, lokasi, dan kapasitas yang mencukupi untuk 1000 undangan seperti saya, recommended banget!

Love,

Bridecrisis

Posted in Wedding preparation, Wedding thought

What Would My Wedding Be Like?

Dari awal saya memang tidak mau memakai wedding planner, alasannya satu, mahal. Dua, saya yang paling tahu konsep apa yang saya inginkan. Tiga, saya tidak merasa perlu konseptor dari WP karena yang penting adalah eksekusi dari WO saat d-day. Jadi saya memutuskan untuk mengkonsep pernikahan saya sendiri dan memberitahu WO nantinya.

Awalnya saya ingin pernikahan saya itu adat jawa, tetapi tanpa siraman dan midodaerani. Jadi benar-benar baju dan dekorasinya saja yang adat. Namun hal itu berubah ketika saya menonton film Cinderella 2015. OMG. Gaunnya bagus banget!!! Tiba-tiba saya kepengen pakai gaun, berarti harus internasional dong. Kebetulan ibu saya juga setuju, karena dia bosen dengan pernikahan jawa (kakak saya nikah pake adat jawa banget, terus dia udah jadi among tamu pernikahan jawa sebanyak 20 kali!). Lalu mulai lah cari-cari kalo internasional seperti apa. Beberapa hal yang saya temukan adalah…pernikahan ala internasional di Indonesia itu lebay. Selera sih ya. Warnanya serba putih, ball gown ala princess, mahkota, dan lain sebagainya.

This is not me. Lagi-lagi, selera ya.

Lalu akhirnya saya bikin moodboard di Pinterest, baru deh ketahuan pernikahan non-adat seperti apa yang saya inginkan: Indo-Belanda. Ini berarti lebih banyak warna kayu, bunga-bunga non-pastel, barang-barang antik, it doesn’t matter mau pakai gaun atau kebaya sama-sama bisa blend, any warm color would be good, lagu-lagu jadul atau lagu-lagu jaman sekarang yang di aransemen menjadi jukebox atau jazzy, neo-soul, anything classic ala-ala film Habibie Ainun atau Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Sedihnya adalah, ketika saya mengutarakan tema saya ke vendor-vendor dekorasi, mereka selalu mau bikinin pelaminan gaya kolonial dengan bangunan putih dan pilar-pilar kayak di Museum Bank Indonesia.

Well, mungkin masuk dengan tema ya, tapi entah kenapa saya gak suka, takut norak. Saya lebih suka mereka ambil elemen-elemen jendela belanda lalu di mix dengan garden supaya bunganya banyak, gak kering kerontang. Karena kalau salah-salah, bisa-bisa jadinya kolonial betawi atau kolonial jawa. Padahal moodboard saya jauuuuh dari itu. Jadi my final theme is: Classic Vintage-Europe.

Itu berarti akan ada chandelier, atau lampu carla, dengan barang-barang antik seperti jam weker tembaga, lilin-lilin, warna kayu, banyak unsur garden tapi juga mix bangunan, bunga-bunga berwarna deep atau dusty. Buku-buku tua yang ditumpuk, piring-piring keramik, etc.

Tuxedo untuk pria akan tuxedo grey dengan hint warna cokelat dan dasi berwarma merah marun, sementara dress resepsi saya akan berwarna dusty pink atau salem, kali ini bukan ball gown, tetapi gaun A-line dengan organdi Ellie Saab yang transparan dan 3D high quality lace. Dandanan minimalis yang penting manis dan tentunya tidak princess-y look, lebih ke couture. Baju akad, calon saya maunya pake tuxedo yang sama, jadi 1 tuxedo 2 looks. Kalo saya maunya baju akad saya itu lace dress yang simple, penuh lace, ada payet di ujung-ujungnya. Jadul tapi tetep manis. Namun belakangan si calon pengen saya pake kebaya. Jadi mulai Maret ini saya berpikir untuk pakai 1 kebaya dengan 2 looks, karena memang sih orang Indonesia itu sebenernya lebih cocok pake kebaya, entah kenapa. Saya juga jujur lebih pede pakai kebaya, daripada pake ballgown yang bikin saya tidak berpinggang dan jadi mengharuskan saya pakai sepatu hak tinggi banget (blah!) dan kebanyakan warna putih padahal kulit saya eksotis. Tapi mudah-mudahan nanti kebaya resepsi saya nyaru dengan gaun A-line, jadi gak terlalu tradisional tapi dibilang modern juga tidak. Bingung deh hahah.

Tadinya saya mau memasukkan piano quintet untuk musik saya (6 string sections terdiri dari biola, viola, cello dan piano), namun tidak semua orang suka klasik (walau saya suka banget). Jadi saya ubah, musiknya akan lebih jazz, jukebox, soul. Saya kurang suka musik ala-ala band yang berisik, saya lebih suka yang moodnya santai seperti di lounge, tapi groovy juga oke agar tidak ngantuk. Baby grand piano would make a difference, pokoknya non electric instrument.

Kira-kira hanya dekorasi, musik dan baju sih yang bisa nge-set konsep dan mood pernikahan. I hope it goes well!

Love,

Bridecrisis

Posted in Wedding preparation, Wedding thought

Wedding References

Let’s talk in bahasa 🙂

Hal pertama yang saya lakukan dalam menyiapkan pernikahan adalah googling. Sekarang banyak web dan media sosial yang bisa digunakan untuk inspirasi pernikahan. Beberapa web yang sering saya datangi adalah Bride Dept untuk mencari pernikahan-pernikahan unik sekaligus untuk mencari inspirasi agar pernikahannya unik dan berkesan. Banyak pasangan yang tampil beda dengan konsep yang unik-unik di Bride Dept dan cerita mereka juga lucu-lucu. Sosial media yang saya sering lihat untuk inspirasi adalah Pinterest. Kebanyakan yang ada di pinterest adalah pernikahan-pernikahan ala western, kebetulan saya pecinta film-film klasik seperti Gone With the Wind, The Sound of Music, Ben Hur, film-film semacam itu. Dari sini jugalah saya menemukan minat saya untuk membuat konsep pernikahan 🙂

Web lain yang sangat berguna untuk persiapan pernikahan adalah Bridestory. Bukan untuk inspirasi tetapi untuk mencari vendor-vendor dan sekaligus bisa melihat pricelist, contact person, dan beberapa portofolio mereka. Enaknya lagi, di web ini bisa mensortir range harga vendor. Jadi kalau kamu bride to be seperti saya yang concern banget masalah budget dan sudah membagi-bagi bagian apa yang splurge the money dan mana yang save the money, ini bisa jadi pilihan yang tepat. Tapi tidak jarang juga pricelist nya meleset, di web dibilang affordable pas saya kontak vendornya, ya mahal-mahal juga. Dor.

Nah setelah tahu nama-nama vendornya, saya cross-check ke Instagram. Biasanya vendor lebih banyak posting portofolio mereka di Instagram. Walaupun terkadang foto bisa menipu, tetapi bagi saya jika apa yang ada di foto menarik, saya akan lebih tertarik untuk follow up mereka, terutama jika mereka ‘tampaknya’ satu selera dengan saya.

Berangkat dari browsing-browsing, biasanya saya follow up via whatsapp, LINE, atau bahkan langsung saya telepon. Nah, saya punya tips untuk kalian yang sedang sama-sama berburu vendor:

1. Pilih dulu vendor yang kira-kira sesuai dengan selera kalian, supaya tidak terlalu banyak vendor yang kalian follow up. Contohnya vendor dekorasi. Setiap bride-to-be pasti punya selera, tidak semua vendor bisa menyesuaikan selera kalian karena setiap vendor juga punya selera. Menurut saya sih, kalau kalian melihat portofolio mereka tidak cocok dengan selera dan tema kalian, langsung saja eliminasi. Kadang memaksakan vendor dekorasi untuk menyamakan dengan tema kalian, hasilnya tidak maksimal. Misal, ada vendor portofolionya untuk dekorasi outdoor, jadi tone-nya rustic, dengan kayu washed out, bunga-bunga liar, dan lampu-lampu bohlam. Walaupun bagus dan kalian suka, jika tema kalian ada elegant classic, tentunya tidak akan masuk karena mereka memang basicnya rustic. Saya jarang melihat vendor dekor yang benar-benar jago di semua tema. Apalagi untuk vendor dekor tradisional, kalian paksakan untuk modern internasional, saya yakin hasilnya akan beda dengan vendor yang terbiasa internasional. Walaupun, mereka akan menjual bahwa mereka bisa dekorasi bertema apapun. So, choose wisely! 🙂

2. Jika sudah memilih kandidat, pastikan tanyakan pricelist dan apa saja yang mereka berikan di dalam pricelist itu. Misal pricelist wedding dress atau kebaya, tanyakan apakah harga sudah termasuk bahan. Jika mereka menyebut ‘starting price,’ biasanya mereka tidak bisa memberikan harga di bawah starting price itu.

3. Pastikan kalian bertemu langsung dengan vendor tersebut, dan yang paling baik adalah kalian set a meeting di luar pameran. Karena saat pameran mereka biasanya tidak fokus karena banyak klien. Saya sendiri lebih suka meeting saat lunch di weekdays atau after office hour, atau bahkan weekend. Memang capek, but trust me kamu akan lebih paham si vendor dengan bertemu di meeting 🙂

4. Tentukan maksimum budget per vendor. Jika tidak, kamu tidak bisa menghitung berapa banyak kamu akan mengeluarkan budget untuk satu vendor. Jadi kamu harus set dari awal, lalu hubungi vendor, lalu compare. Jangan takut untuk ngobrol dengan dekor yang di atas budget kalian, karena saya pernah bertemu dengan vendor dekor ber-budget 300 juta, padahal budget saya hanya 100 juta. Namun di quotation akhir mereka bisa lho kasih harga spesial sebesar 189 juta. Masih kemahalan, tapi jauh banget dari harga 300 juta kan? Jadi buka opsi sebesar-besarnya, dan jangan lupa, logika juga harus main lho dalam menentukan budget.

5. Berteman lah dengan vendor kalian karena kalian akan dapat banyak complimentary. Caranya adalah bukan mengumbar janji-janji akan deal dengan mereka, tetapi berbicaralah layaknya dengan teman, ajak ngobrol santai, dan banyak-banyaklah berdiskusi. Sejauh ini saya selalu dapat complimentary dari dekorasi, venue, dan wedding dress hanya karena saya rajin ngajak diskusi. Contohnya waktu saya mau pinjam veil untuk akad nikah, harusnya tidak boleh karena saya hanya pakai baju resepsi dia, tetapi karena sudah kenal, jadi dipinjemin deh. Lalu vendor dekorasi, dia memberi harga sedikit lebih tinggi dari budget saya tetapi saya dapat free entertainment decoration, free VIP decoration, free hand bouquet dan corsage, juga free akad nikah set. Padahal saya belum deal apa-apa lho 🙂

Nah kira-kira begitulah wedding thought kali ini. Masih banyak thoughts lain yang akan saya post 🙂

Love,

Bridecrisis

 

Posted in Wedding preparation, Wedding thought

It’s All Begin…

Okay, let’s write about it.

So.

I’ve been a bridezilla since January 2016, when my 5-years-relationship boyfriend and I decided to get married (hopefully) next year. If you wondering did he propose me in a fancy restaurant, or amazing beach with its wind and wave blowing my hair, or simple romantic dinner, or maybe a bouquet of flower with a ring on it, or crazily-imaginative he putted a ring in my wine or cake.

I am sorry but the answer is no. LOL. So it is a decision from both of us, in my apartment’s living room when the TV on and we’re chewing our cheap dinner. But still, I was so excited (and still). I have my own dream wedding, like every women have. Decent venue, beuatifully decorated with flowers, amazing laser-cut styrofoam as a wedding backdrop where we stand and smile for 2 hours, delicious food, good music, and so on. It should be my once in a lifetime experience having a big party with all my friends and families and hundred parent’s friends (whom I barely known, tho’). That’s my imagination in the very first place. I have no idea how complicated the preparation will be. So when you read this post, I’ve been suffering from a disease called bride-zilla for 3 months already.

BUT WELL, this disease brings me to this blog and I’ll share you whatever about my wedding preparation. It’s fun, it’s sad, it’s disappointing, it is exciting, it’s everything. And it really needs two to tango.

Here were my checklist to do for my wedding preparation, as you might continue read my blog, some checklist will be eliminated or added. This checklist is made in January 2016:

1. Venue: should accomodate 2000 persons/pax.

2. Decoration: Javanese modern touch.

3. Catering: following my brother’s wedding in 2014.

4. Music: same as no.3

5. Dress: kebaya and beskap.

6. Wedding organizer: same as no.3

7. Invitation: cheap but decent.

8. Souvenir: cheap but decent, usual souvenir like jar, or glass, etc

9. Photobooth

10.Video and Photography

There were A LOT THINGS TO DO, yes?

Love,

Bridecrisis