Posted in Wedding preparation, Wedding thought, Wedding Venue

Come Back Stage: Bridezilla

September pertengahan, panick attack dan kegilaan dimulai!

Bener-bener bridezilla galau deh saya. Masih inget kan awalnya galau tema, lalu galau venue, lalu ketika semua tampaknya sudah mau selesai, muncul lagi pertanyaan dan diskusi sama orang tua: masalah acaranya! Yak, terjadi diskusi hebat (tapi tidak alot, kenyal sahaja) apakah yakin akan menyelenggarakan besar-besaran, apa tidak lebih baik uangnya ditabung untuk kehidupan post-wedding?

Jawaban cepat saya jelas, mending nabung. Tapi ada kalanya saya berpikir apakah intimate wedding bisa mengakomodasi keinginan para orang tua dan kapasitas teman saya yang bejibun. Typical Indonesian wedding is obviously well-known. Big party (fancy or not), a lot of people, plates, drinks, 2 hours full without realy catching up with the groom and the bride karena mereka sibuk di pelaminan. I am ready for that kind of wedding, somehow, kind of i’d being taught to be familiar with that. Tetapi ada rasa iri sama nikahan bule, yang santai dan menyenangkan. It is not like that I don’t want to celebrate my special day with a lot of friends, surrounding by everyone that ever knew me, close friend or acquintance. But hey, everything is about budget and how could I survive without money after the wedding?

It always be my concern, to be honest.

3 digit millions is SOMEthing.

So my best answer is: depends on my parents! Nah, di hari tanggal belasan September, setelah membandingkan plus minus (everything comes with the price) maka tercetus lah suatu kesepakatan: intimate wedding. It should be agreed months ago!! Kayak deja vu. I was (and am) so happy but also worry. Intimate wedding cenderung simple, se simple itu sampai-sampai semua detil harus dibicarakan (satir). Ya karena semua orang Indonesia tampaknya grow-up dengan mengetahui tipikal pernikahan yang besar, yang pengantinnya senyum ampe kering di pelaminan, makanan gak abis-abis, dan angpao yang lumayan. Intimate wedding means pengantin bisa bercengkrama dengan para tamu, tanpa harus memajang diri di pelaminan. Biasanya kalo nikahan bule, habis pemberkatan (kalo muslim akad), langsung makan-makan pesta. Yang sulit adalah membayangkan setelah akad nikah dan prosesi jawa (panggih dll), itu masuk ke resepsinya gimana? Kalo di rumah gak mungkin ada kirab. Itu belum terjawab sih, bisa dibicarakan selanjutnya dengan WO.

Nah, kepanikan terjadi di tanggal 12 September, ketika WO inceran saya ngabarin kalo di tanggal yang saya mau sudah booked.

STRES!!!!!!!

Gak sampe 1 jam kemudian, foto dan video yang saya mau pun katanya sudah mau di book klien lain di tanggal yang saya mau. Salah banget emang gak DP dulu kemaren biar bisa dapet tanggal yang saya mau, habis tanggalnya pun masih menjadi obrolan panjang dan tidak berkesudahan. Akhirnya setelah diskusi 2 jam sama si calon, dan ketok palu di tanggal yang sudah didiskusikan, kami mengganti tanggal ke minggu depannya dari tanggal yang kami mau. Karena percuma acara kayak apapun tanpa WO yang kami mau. Untungnya, semua vendor yang saya hubungi sudah oke. Nah, ini dia vendor-vendor yang berhasil kami minta invoice nya:

Venue: rumah.

Catering: Alfabet Catering (geser tanggal).

Dekorasi: kemungkinan besar Azka Anggun Art, mereka baru mau survei ke rumah minggu depan.

Photography & Videography: Antijitters.

WO: Purusatama.

Paes, adat, baju dan kain saudara, makeup saudara: Tari Donolobo dan Sanggar Sri Renggo Sadono.

Makeup: Upan Duvan/Jasmine Lishava

Kebaya dan beskap akad: Tari Donolobo dan Samara Atelier.

Kebaya dan beskap resepsi: Merras Official (masih belum konfirmasi).

Kebaya ibu (akad dan resepsi 1 baju): Samara Atelier.

Entertainment: Joshua Aditya (Expert Entertainment), belum konfirmasi juga.

Invitation & Souvenir: ?

Saya kira yang gila cuma saya aja, ternyata di luar sana banyak bridezilla-bridezilla lainnya. Tadinya mau makeup dengan Mas Heksa (anaknya Bu Tari Donolobo) seperti rencana awal pas nikahan di gedung. Tapi saya merasa intense bangetttt makeupnya kalo buat acara rumahan. He’s good though. Nah, akhirnya keep an eye to Marlene Haliman, ternyata PENUH. Sedih banget banget banget. Akhirnya mencoba Jasmine Lishava dan Upan Duvan, yang fast respond adalah Dede dari Upan Duvan. Orangnya enak diajak diskusi. Sayangnya sampai tulisan ini publish, Jasmine Lishava belum bisa dihubungi. Masalah makeup saya bawel banget, soalnya kan acaranya semi-outdoor, kalo belang tuh keliatan banget sih, makanya harus ati-ati milih MUA. But yea, mereka sama-sama favorit jadi gak mungkin belang harusnya.

Lalu, berbekal panick attack, udah booking-booking juga untuk lamaran, daripada keduluan!

Venue: rumah.

Catering: Ami Catering (Pak Yono).

Dekorasi: DIY.

Photography: Rifan Wahyudi.

Videography: Elle Lui.

Kebaya: Asky Febrianti.

Makeup termasuk ibu dan saudara: Prastita Pontjo

MC: Purusatama

Again, berbekal panick attack, prewed juga langsung ngehubungi vendor hahaha. Belum deal sama sekali sih, baru meeting-meeting aja.

Photography: Hendra Kusuma (IG: mr_hendra)

MUA: Prastita Pontjo

Wardrobe: private property.

Okeh, sekian ceritanya. Next, cerita tentang konsep prewed yang cocok untuk intimate wedding ya. Ciao!

Love, The Bride-to-be

Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Bandung dan Bali

Okeh, lepas dari kota Jakarta, berhubung saya dan si calon sebenarnya pengennnn banget bisa intimate wedding yang cuma 300 undangan (gak intimate juga sih hahaha, at least ga sampe 1000 tamu), ada 2 pilihan destination wedding. Intinya sih, kalo cuma mau undang 150-300 undangan, sekalian aja destination wedding. Gak enak kan nikah di Jakarta terus ngundang sedikit. Walau saya sih sebenernya gak begitu peduli ya, because wedding is yours, make it like it yours. Ya tapi kan ortu pasti pengen undang banyak, ada rasa gak enak dan sebagainya. It is normal, and I am not normal at all, sigh.

Anyway, ini dia beberapa venue yang sudah kami telusuri. Cukup terseok-seok dan sakit jantung pas hunting venue Bali. Walau vendornya murah-murah, tapi venue dan makanannya bikin kantong bolong.

Here we go!

1. Ayana Bali Resort and Spa (CP Budi Pujiyantie 0812 380 8150)

Ini sih impian ya…pas tau harganya jadi ‘nguimpi!’ Masalahnya harga di bawah adalah harga 2 jam akad/pemberkatan saja, kalo nambah resepsi di restorannya, buffet start dari 750rb/person belum termasuk minum…dududu~

Ada wedding package nya untuk seremonial aja, ga sanggup nulis disini but anyway…

a. Sky is the Limit: 165jt++ include standard decor, , exclusive 2hrs usage of bridal villa pre ceremony, music, fresh flower hair piece, 80 glasses mocktail, 10 dozen canape

b. Ayana Villa Wedding: 150jt++ include 3-night stay at 3-bedroom ayana villa, flower arrangement, serenades, 4 balinese flower girls, 5 dozens canape, 50 glasses tropical welcome drink, rock bar reserved table and two glasses sparkling wine.

c. Cliff-top Dream Wedding: Astina chapel 35jt++, Tresna chapel 38jt++ (Tresna will be closed in November due to renovation plan). Include 2 nights complementary stay in Ocean Viw Villa, exclusive hire Tresna (50pax) or Astina (80pax) Wedding Pavillion for 1 hour include Designer Decorations and flower arrangement, exclusive 2hrs usage of bridal villa pre ceremony, serenades, complimentary aquatonic thalassotherapy treatment (not valid for Astina package).

d. Secret Garden Wedding: 35jt++ include 2 nights 1 room Ocean view villa, 2 hrs usage bridal villa prior to ceremony, private avenue at Asmara or Bale Kencana for 2 hours with Designer Decoration and flower arrangements, romantic balinese bamboo “rindik” accompaniment, compl. Aquatonic thalassotherapy treatment.

Yang sulit adalah memikirkan penginapan saudara dan sortir orang-orang yang harus diundang. Karena maksimal hanya 80 pax saja. Bye Ayana…Masih banyak intimate wedding venue di bali seperti Villa Phalosa, Ahimsa, Taman Bhagawan, Semara Uluwatu. Tapi sesungguhnya intimate wedding yang kami inginkan itu bisa cut budget banyak tapi bisa senang-senang dengan kerabat dan teman terdekat. Kalau habisnya tetap tembus 300jt atau 400jt ya sama aja dong dengan nikah ramai-ramai di Jakarta.

2. Padma Hotel Bandung

Semua bermula dari saya jatuh cinta berat sama Padma Hotel Bandung, dulu pernah menginap di sini dan sukaaa banget. Lokasinya jauh dari keramaian kota tapi gak jauh-jauh banget juga. Pemandangannya asri banget, tebing bervegetasi, udaranya sejuk banget. Best hotel ever after Grand Hyatt Nusa Dua Bali. Akhirnya cari-cari WO recommended di Bandung, karena kalau menikah di Bandung tentunya harus pakai WO atau WP karena saya domisili Jakarta. Akhirnya ketemu Pride Organizer (CP Aji 0811 2182 810) yang sangat helpful dan benar-benar menjawab semua pertanyaan saya via whatsapp, dia juga kritis dan jujur dalam menilai vendor dan venue. Dia rela lho ngehubungin Padma dan Sheraton nya langsung terus di screencap satu-satu untuk dikirim ke saya via whatsapp. Kemungkinan April saya akan bertemu langsung dengan Aji di Padma Hotel nya langsung. Untuk pricelist Pride Organizer sendiri tidak terlalu mahal (saya sudah kicer liat pricelist WO dan WP di Jakarta), untuk WO D-Day only harganya 14juta, untuk Full WP harganya 22.5jt, dan Planner Function (sama seperti Full WP tapi exclude mengurusi undangan, RSVP, dan pengiriman undangan) 17.5jt. Lebih lengkapnya akan saya bahas di WO dan WP nanti ya.

The Food: Padma sendiri range buffetnya start 625k/person (nett) udah sama minum untuk 300 pax, 5 appetizers, 1 soup, 5 main courses, 5 dessert; lalu 1 free night stay untuk 2 kamar, two food stalls (70pax). Ada yang buffet 815k/person (nett), hanya beda di food stall-nya saja (150 pax). Yg paling mahal set menunya 1,050k/person (nett) udah sama minum untuk 150 pax. Kalau mau lebih murah ambil paket hari Minggu, harga buffetnya 545k/person (nett) udah sama minum untuk 300 pax…untuk paket Minggu ini free 2 nights untuk 1 kamar, free 1 night untuk 2 kamar. Good deal! Untuk sekelas Padma Hotel, ini sih murah banget.

The Capacity: Secara venue, Padma bener-bener sweet escape. Nama venuenya champaca, kapasitas 300pax, kalau mau nambah pax paling dipartisi acaranya siang dan malam jadi total bisa 700 pax standing. Ada pula nama venue jacaranda, venuenya pool saja tapi menurut saya less important ya karena biasanya hanya dipakai untuk lepas balon atau lentera saja dan Champaca selalu jadi main hall nya, jacaranda harus naik tangga sedikit dari Champaca jadi kesannya terlalu terpisah jika mau pakai dua-duanya. Untuk jacaranda standing party bisa muat 300 pax untuk 1 acara, jika acara 2x bisa 500 pax.  Semi standing champaca 300 pax, jacaranda 200 pax. Sitting champaca 150pax (round table), 200pax (long table), jacaranda 120pax (round table), 150 pax (long table).

Bisa mengirit banget dan bandung pula, kotanya enak, makanan Padma juga enak. Sweet escape. Minusnya benar-benar harus teliti masalah undangan. Masalah charge dekor saya belum tahu, tapi kemungkinan dekorasi akan habis 20-40jtan disini karena harus full bunga. Tergantung mau seperti apa. Saya hitung-hitung dengan ambil paket hari Minggu dan 400 pax hanya 295jt saja sudah all in musik, WP Pride Organizer, fotografi (pakai Mario dari Gusde Photography yang bagus banget hasilnya, lebih bagus dari Antijitters), dekorasi.

The Concept: konsepnya adalah semua tamu adalah keluarga. Maka 400 tamu itu nantinya akan mengikuti proses pernikahan lengkap dari akad sampai resepsi. Rencananya tentu si calon pakai jas, saya pake full lace dress. Tentunya konsepnya mingle, jadi acaranya memang akan lama. Mungkin ada dansa dari pengantin supaya ada sesuatu yang berbeda. Lalu ada pelepasan lantern, foto-foto selfie, semuanya berasas kekeluargaan (penggunaan bahasanya maafkan). This is my real dream wedding, actually!

Saya akan mempertimbangkan menikah di sini, venue dapat, harga masih oke, makanan udah pasti enak, gratis menginap pula!

3. Sheraton Hotel Bandung

Nah, ini termasuk hotel favorit saya juga di Bandung. Udah kayak hotel di Bali konsepnya, makanannya enak, pelayanannya baik, dan luas banget ya mirip resort walau tidak ada villa nya. Lagi-lagi saya tahu informasinya dari Aji Pride Organizer. Pride Organizer punya paket tersendiri untuk pernikahan di Sheraton, start dari 140jt-285jt sudah all in (exclude makanan sheraton) udah dekorasi, mobil pengantin, make up, bridal, foto dan videografi, MC, musik, suvenir, groom attire, Full Planner dari Pride, wedding cake, hand bouquet. Lengkap kan?

The Food: buffet start 325k++/person sepertinya belum termasuk minuman ya, tapi saya tidak punya pricelist untuk minumannya. Buffet paling mahal 450k++/person dengan 100 porsi food stall dan 2 night stay di Sheraton. Ada set menu start dari 888k/person sampai 1.088k/person.

The Capacity: kapasitas up to 700 pax tergantung venue mana yang mau dipilih. Yang paling luas di Towers Garden, min. Revenue 300jt++. Lalu ada Poolside Wedding 450px min.rev. 200jt++, Saragosa Wedding 200pax min.rev. 115jt++, Gardenia Wedding 140pax min.rev.75jt++. Jadi pastikan kalian memilih menu yang mencapai min.rev. Sheraton, dan ingat 21% pajak dan service charge.

The Concept: Honestly, saya kurang tertarik dengan venue yang ditawarkan, karena kayaknya sama aja ambience nya dengan hotel Jakarta. Kalau Padma dia agak tebing-tebing jadi agak beda ya, dan tetap berasa Bandung yang basically hilly.

So, eliminated.

Love,

Bridecrisis

Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Jakarta (Part 3)

Venue lagi! Jadi sebenarnya ortu memang ingin pesta pernikahan yang konservatif, setelah akad lalu langsung resepsi dengan pelaminan statis dan saya mejeng disitu selama 2 jam. Saya sih gak ada masalah dengan itu. Tetapi sebenarnya saya dan pasangan ingin intimate wedding atau minimal mingle. Syaratnya adalah, biaya yang dikeluarkan seharusnya tidak semahal grande wedding yang tamunya ribuan orang. Nah, ini dia hasil puter-puter Jakarta per 19 Maret 2016 berikut konsep yang saya dan calon pikirkan untuk venue-venue ini.

1. Tugu Kunstkring Paleis (CP: Bianca Tania Ngadimin 081 715 8181)

Where: Jl. Teuku Umar No.1, Menteng, DKI Jakarta (dekat stasiun Gambir)

Capacity: Ada beberapa ruangan di sini. Ada lantai 1 dan lantai 2. Lantai 1 ruangan utama bisa tampung 88pax sitting dinner, sebelahnya ruangan utama bisa 40pax. Sementara lantai 2 bisa tampung 88 pax sitting dinner. Kalau standing dengan sewa 2 lantai kira-kira cukup untuk 300 pax. Mereka bisa beberapa event loh dalam 1 waktu, pernah ada yang fine dining di lantai 2 dan di lantai 1 nya ada wedding.

Parking Capacity: kecil banget. Paling parkirnya di jalanan gitu atau valet service. Malahan di depan pintu masuk cuma cukup sekitar 6 mobil.

Availability: bisa sewa pagi ke siang atau sore ke malam.

Price: sebenarnya venue ini adalah restoran, jadi hanya bayar makanannya saja tergantung mau ambil paket yang mana. Range harga buffet 348k++/person sampai paling mahal 688k++/person. Belum termasuk minum, minumnya 60k/person free flow untuk 2 jam. Jadi kalau mau lebih dari 2 jam ya bayar lagi. Harga stall saya gak tanya, karena kalau pesan buffet aja saya rasa sudah cukup karena menunya banyak banget, buffet paling murah saja ada 11 menu.

Minimum revenue berlaku, jadi kalau kamu mau sewa full 1 lantai, kamu harus pesan makanan sampai minimum 130jt half day. Sewa full 2 lantai dikenakan biaya minimum 250jt half day.  Tidak ada charge jika mau membawa dekorasi, entertainment, atau fotografi dari luar, yang penting tidak boleh bawa catering dari luar saja.

The concept: secara arsitektur, bangunannya percampuran Belanda dan Indonesia, saya lihat gebyok dan songket padang, banyak ornamen antik Belanda, lampunya pun sangat Belanda. Konsep yang saya pikirkan jika menikah di sini, tentunya pengantin harus mingle, pelaminan sangat tidak dibutuhkan menurut saya. Jadi setelah akad, langsung makan-makan. Kalau bisa akadnya di lantai 2 karena jika akad di lantai 1 dan mau sitting dinner juga di lantai 1, butuh 2 jam bagi pihak gedung untuk men set kembali meja-meja dan kursi-kursi makannya. Kecuali mau standing dan beberapa sitting table saja. Akad bisa tamunya keluarga saja lalu dilanjutkan malam hari resepsi bersama teman-teman jika memang tidak mau membatasi tamu dengan 150 undangan saja. Jika mau 150 undangan saja lebih baik dari akad langsung acara resepsi supaya hemat biaya.

Untuk dekorasi, saya tampaknya hanya akan butuh bunga-bunga varian warna merah saja, karena gedungnya sendiri sudah banyak ornamennya. Lebih kuatkan di table setting saja. Sentra Bunga bisa jadi vendor dekorasi yang cocok untuk disini karena mereka sudah biasa mendekor di sini. Untuk lighting, jujur pas pertama kali saya lihat gedungnya…OMG suram sekali, kayak museum. Pas masuk saya suka dekornya, tapi ya remang-remang banget. Kalau tamunya kebanyakan expat atau yang artsy, mungkin suka. Tapi kalo orang tua sih kayaknya gak bakal suka.

Untuk makanan, saya kebetulan nyoba makan siangsop buntut dan nasi disana. Taste acceptable, tapi ya biasa aja. I mean, it is 88k oxtail soup……belum termasuk nasi. Emang paling enak makanan Indonesia ga usah aneh-aneh, warteg paling bener.

Saya sudah hitung dengan konsep di atas, agak susah ya karena half day saja bisa habis 250jt dengan hanya 150 undangan. Kalau dekorasi saya butuh 30-40jt, entertainment 10jt, belum wedding dress dan lain-lain, bakal tembus angka 400jt. Sementara 400jt sudah bisa grand wedding di auditorium Manggala Wanabakti dengan 1000 undangan.

So, eliminated.

2. Kembang Goela (CP: Ambar 0896 3246 9684 atau telepon aja ke 021-520 5651, mereka helpful banget)

Where: Parking Lot Plaza Sentral, Jl. Jend. Sudirman Kav. 47-48, DKI Jakarta

Capacity: 1 event bisa 500 tamu.

Parking Capacity: harusnya banyak karena sebenarnya Kembang Goela itu resto di dalam komplek perkantoran. Kalau weekend otomatis gedung-gedungnya bisa dipakai parkir. Saya rasa sih untuk kapasitas parkir aman ya untuk 250 undangan atau 500 tamu.

Availability: bisa booking sehari penuh dengan minimum revenue 150jt saja. Jika half day kalo tidak salah 75jt.

Price: Min. Revenue untuk half day 75jt, full day 150jt saja. Karena resto, jadi hanya bayar makanan saja dan tidak ada charge apa pun jika mau tambah dekorasi, entertainmen, dll dari vendor luar. Harga buffetnya start dari 250k++/person  karena belum termasuk minum free flow start dari 35.500rb/person sampai 225rb/person. Menu buffet paling murah include sekitar 15 menu (termasuk nasi). Additional electricity tambah 1jt saja dan biaya security seikhlasnya.

The Concept: Bagi saya ini pilihan yang lebih baik daripada Tugu Kunstkring dari segi harga, lokasi, kapasitas, juga parkiran. Dari internet juga gak remang-remang kayak di Kunstkring (belum sempat kesana karena gak cukup waktu sehari mengunjungi 3 venue huhuuu, karena rencana ke sini tapi malah belok ke Sampoerna Strategic).

Konsep saya kalau wedding di sini, akad pagi dengan keluarga (200 pax) lalu lanjut resepsi siang dengan teman-teman ortu (500 pax). Lalu malamnya lanjut resepsi dengan teman-teman (300 pax). Konsepnya sih semi standing saja. Sebenarnya masih bisa dipakai daripada di Tugu. Biaya makan dan venue tembus 240jt untuk 1000 orang dengan konsep partisi acara. Sisanya pinter-pinter dekorasi deh jangan terlalu banyak dekor, walau tempatnya seperti kolonial betawi gitu. Paling bunga-bunga saja dan 1 pelaminan cukup. Lagi-lagi, Sentra Bunga bisa jadi pertimbangan vendor dekor karena mereka sering handle di sini.

3. Rumah Maroko (CP: Ari 0852 8643 5233)

Where: Jl. Tasikmalaya No. 4 Menteng, DKI Jakarta (dekat Ibis Budget Menteng dan dekat Taman Menteng)

Capacity: 1 event bisa 500 pax

Parking Capacity: kata pengurus gedungnya bisa 350 valet parking

Availability: sewa untuk full day, hanya 1 event dalam 1 hari

Price: this is the most reasonable price for beautiful wedding venue, I promise. Harganya 195jt (nett) semua ruangan, full day, complimentary 1 night stay in Villa Datuk Hakim Cilember (worth 1.5jt/night), complimentary prewed photo in Rumah Maroko (worth 10 million rupiah), standard decor berupa flower petal, floating candle dan moroccan lantern, sound system 5k watt, free flow mineral water, moroccan iced mint tea (yang konon katanya enak banget) & soft dring selama resepsi, red carpet, wi-fi, valet, police permit, security, 18 round tables, 150 futura chairs with cover, lighting yang udah bagus banget, large screen 3x4m, flower decor di buffet. Untuk harga 2016 itu saya dikasih free 350px buffet, 5 food stall berupa nasi bali, shawarma, salmon coulibiac, slow cooked graind beef rump in raz el hanout, dan hollaindaise poffertjes dengan total food stall untuk 850 pax. MANTAB! Kalo mau tambah buffet atau food stall, buffet range start 250rb/person, food stall start 45.000/person. Price is inclusive to 21% government tax and service charge. Harus ambil misting fan paling gak 6 buah untuk outdoor nya.

Payment: booking fee 10jt untuk lock tanggal, DP 50% lalu bisa tes makanan (makanan harus dipilih dulu baru tes makan, jika tidak sreg bisa ganti maksimal 2 menu saja tapi tidak ada test food lagi).

The Concept: I LOVE THIS PLACE SO MUCH. Arsitekturnya luar biasa, bener-bener detil. gak panas, ada pool side nya, air mancur dimana-mana. Konsepnya kalau disini adalah akad dengan baju nasional (ada kain batik jawa untuk saya pakai) ditambah pelaminan bergaya padang (nyambung sama Maroko). Akad pagi dengan 200 pax keluarga, lalu lanjut resepsi siang dengan teman-teman ortu sebanyak 500 pax, pakai pelaminan di ballroom utama (Casablanca), pelaminan selebar 5-6meter. Lalu resepsi malam dengan teman mempelai sebanyak 300 pax, konsep mingle, pelaminan akan jadi photobooth (walau foto dimana pun di sudut-sudut lain rumah ini semuanya bagus). Untuk baju si calon tetap pakai jas, saya sendiri akan pakai gaun pendek, semacam asimetris yang depannya pendek tetapi belakangnya membuntut gitu (tapi tidak melantai) supaya mingle nya lebih enak tapi tetap terlihat seperti ‘pengantin.’ Warnanya sih mau merah anggur dengan payet yang ramai, HAHAH, biar nyambung sama venue.

Dekorasi standarnya sumpah bagus banget. Rose petalnya penuh di air-air mancur, floating candle nya cantik di kolam, lampu-lampu gedung bisa jadi ambience lighting romantic and warm, kalau mau aman bisa tambah tenda seharga 9.5jt di Riyadh (sebelah pool), bunga di buffetnya guede banget. Pokoknya cantik banget deh, tendanya juga gak biasa jadi ada warnanya dan kain-kain dibentuk kubah gitu. Flower petalnya juga gak nanggung, lantern-nya dimana-mana. Ada charge 5jt jika mau pakai dekorasi dari luar. IMO, untuk dekorasi tambahan paling kasih pelaminan aja cukup sama standing flower di pintu depan. Kalau mau lebih atraktif tinggal kasih tanaman jalar di pillar-pillar yang polos. Denger-denger in house decoratornya jebolan Stupa Caspea.

Entertainmennya variatif ya ada belly dancer, tanoura, whirling dance (1.3jt-1.5jt/dancer). Mereka juga sedia entertainment akustik ataupun lagu timur tengah dengan range harga 5.5jt-8.5jt (MURAH BANGET!). Can’t get enough for all the facilities!

Masih deg-degan masalah parkir, takutnya tamunya kesulitan. Tapi disini sering dipakai oleh kedutaan untuk acara-acara meeting. Bahkan Pak Ahok, gubernur Jakarta saat ini pernah mengadakan acara dining disana dan saya lihat dari fotonya sih tamunya buanyakkk. Yang pasti saya butuh WO yang berpengalaman dengan acara-acara yang konsepnya dipartisi dan ada mingle-nya, pilihan saya jatuh ke Pasoetri WO. Sedikit pricey tapi saya lihat dia sering meng-handle acara-acara yang tidak biasa. Reny dari Pasoetri WO punya banyak ide dan saran ketika saya ngobrol dengan dia via whatsapp, minggu depan rencananya saya akan meeting dengan dia.

Aku suka banget dengan konsep pernikahan disini. Dan setelah hitung2, untuk semua itu hanya butuh budget sekitar 270jt saja!!! Yah, kalau berhasil propose ke ortu untuk pindah venue dari Auditorium Manggala Wanabakti ke sini, saya sudah pasti ambil disini!

Love,

Bridecrisis

 

 

 

 

 

 

Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Jakarta-Sampoerna Strategic (Part 2)

Okeh, selain auditorium Manggala Wanabakti, saya juga survey venue yang bisa menampung kapasitas besar lagi.

Sampoerna Strategic Square-The Atrium (CP: Merry Anggraini, 0816 161 4121)

Where: Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930

Capacity: 2000-3000 persons

Parking Capacity: 1200 mobil, tapi kata papa saya sih parkirnya setengah mati apalagi kalo acara malam karena macet juga daerahnya. IMO, jangan undang 3000 tamu, bisa gila tamunya cari parkir.

Availability: resepsi siang 4 jam atau resepsi malam 4 jam (mulai jam 18.00). Sayangnya jika ingin akad, ada tambahan paket akad sebesar kira-kira 30jt. Bisa akad pagi jam 08.00 atau sore jam 14.00. Satu hari dia hanya available untuk 1 klien saja jadi harus siap-siap cepet-cepetan DP ya karena pasti rebutan tanggal.

Price: Untuk 2000 pax (1000 undangan) Rp 866.200.000 (nett) include catering 1000 pax buffet, 40 pax buffet or early dinner (untuk keluarga), 40 pax for VIP dinner (4 tables @ 10 chairs); dekorasi (tergantung mau pilih siapa dari daftar rekanan, tapi sudah termasuk standard decoration kecuali untuk Suryo Decor, Stupa Caspea dan Vica Art-kalo pilih mereka tidak ada standard decor alias kalian mulai dari 0 rupiah lagi). Std decor include pelaminan, mini garden, standing flower, wedding gate, reception table/angpao box, red carpet/ rose petal. Kalo mau upgrade tergantung mau nambah apa dan tergantung vendor dekornya. Harga tersebut juga termasuk entertainment (1 MC, 2 singers, baby grand piano, saxophone, violin, bass, sound system up to 15.000 watt.

Payment: DP 20jt untuk lock tanggal.

Rekanan:

1. Catering: Al’s Catering, Akasya Catering (banyak orang bilang enak. Tapi beberapa kali kantor saya syukuran pakai mereka, kok saya kurang sreg. Balik lagi ke selera), Adhika Catering, Bali Indah Catering (nasi box nya enak pas saya ikut pemberkatan temen), Christ Iwan Catering, Chez Ingrid Catering, Dasa Catering, Dwi Tunggal Citra (tipe makanannya fancy, tapi lagi-lagi gak sesuai sama selera saya), Dharma Kitchen (untuk vegetarian menu), Yvonne’s.

2. Dekorasi: Akasya Decor, Des Iskandar, Elly Kasim (recommended kalo kamu punya budget berlebih dan mau padang totok), Darmasto Kusumaningrat, Grasida, Garda Decor, Hendra Irawan, Lily Vicky, Suryo Decor (Favorit di sini terutama untuk adat), Stupa Caspea (favorit banyak orang, aku sendiri suka banget karena mereka orisinil. Butuh budget berlebih kalau pengen vendor ini, di atas 150jt so pasti), Tiara Dekorasi Abadi, Vica Art (untuk chinese wedding cocok), 4Season.

3. MC & Entertainment: Budi Prayitno, Christian Hewis, David Entertainment, D&D Entertainment, Holy Queen Entertainment, Kana Entertainment, Mozaik, Entertainment, Trully Entertainment, Princess Entertainment, Xiao Wei.

Review:

No doubt. I LOVE THE ARCHITECTURE! Sangat eropa dengan ceiling tinggi, warna kayu gelap mendominasi jendela dan pintu, marmernya bagus banget di bagian lobi, ada lampu-lampu bergaya moroccan di beberapa lorong, dua sisi tangganya itu unbeatable banget. Kebayang akad di lobi lalu setelah selesai ijab-kabul, pengantin wanita turun dari tangga diperhatikan para tamu. Ngebayanginnya aja merinding. Though, ballroom nya tidak terasa seperti ballroom menurut saya, kurang mewah jika dibandingkan dengan lobinya yang super. Di belakang ballroom bisa dibikin tenda transparan dan cantik banget untuk dipakai acara malam dengan dekorasi yang manis seperti lampu gantung dan ambience lighting yang warm.

Rekomendasi dari saya, kalau mau pakai venue ini, pergunakan arsitektur dengan sebaik-baiknya. Jangan ditutup kain, sayang banget karena gaya eropa Belandanya sangat kental. Dan cobalah lebih klasik dalam mendekor, atau kalau mau adat sekalian karena lebih masuk. It is just my opinion, karena saya sangat menghargai venue, dimana dekorasi harusnya tidak menutupi unsur venue-nya, dekorasi yang bagus adalah dekorasi yang bisa menonjolkan kebaikan venue, bukan malah ditutup dan disulap sampai-sampai gak ketauan bentuk asli venue-nya.

Harganya mahal sih, kayaknya gak masuk budget saya. Tapi IMO, kalo kamu punya budget pernikahan mendekati 1M, sampoerna strategic menurutku sih oke banget.

Love,

Bridecrisis

 

 

Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Jakarta-Auditorium Manggala Wanabakti (Part 1)

Gedung Manggala Wanabakti punya beberapa ruangan. Yang paling besar auditorium yang full indoor, lalu ada Rimbawan I dan II yang semi-outdoor. Saya hanya mendatangi yang auditorium karena undangan saya 1000 invitation.

Auditorium Manggala Wanabakti (CP: lebih baik langsung ke sekretariatnya di lantai dua, karena susah sekali di telepon)

Where: Jl. Jend Gatot Subroto, Kel. Gelora Tanah Abang, Senayan, Jakarta Pusat 10270

Capacity: untuk auditorium, standing party 1250-2500 orang

Parking Capacity: karena milik Kementerian Kehutanan, kapasitas parkiranya bisa dibilang banyak banget. Istilahnya kalau 1250 undangan pada bawa mobil semua, saya yakin cukup karena emang guede bangetttt. Kebetulan kakak saya nikah di sini juga, 1000 undangan, sama sekali tidak terjadi kesulitan parkir dan traffic di dalam komplek Manggala Wanabaktinya. War byasak.

Availability: Acara pagi ke siang (05.00 – 14.00) loading barang untuk vendor bisa dilakukan 1 hari sebelumnya bahkan bisa dari jam 6 sore hari sebelumnya jika memang tidak ada acara, Acara sore ke malam (15.00-23.00).

Price: kebetulan karena ortu orang kehutanan, saya dapat diskon (YEAY!). Dari harga 23jt (tahun 2016) diskon 30% jadi 16.1jt saja.

Payment: DP 5jt saja untuk lock tanggal, bisa juga taruh nama dulu di tanggal tertentu, tapi maksimal 1 minggu kemudian harus DP.

Additional price:

1. PPN 10%, charge kalau ingin mengadakan acara sabtu malam/minggu malam (kalau acara siang tidak kena charge) sebesar 1jt, kalau mau pakai sonokeling II (ruang rias panitia) kena charge 750rb, karpet jalan merah 750rb, surat izin kepolisian 250rb.

2.Charge non-rekanan dekorasi sebesar 2jt, fotografi 1.5jt, entertainment 1jt, catering kayaknya harus pakai rekanan karena tidak ada info charge catering non-rekanan. FYI, kalau pakai yang rekanan kita tidak akan kena charge apa pun. Jika ada akad nikah di depan pelaminan, akan kena charge 2jt. Jika tidak mau kena charge, gunakan saja Sonokeling untuk akad sebelum resepsi.

Rekanan:

1. Dekorasi: Agung Dekor (bagus banget buat adat jawa, tahun 2016 dia start 80jt. Gebyoknya bagus banget dan jawa banget. Dia biasa kasih pelaminan di manggala 16 meter), Arrya, Chantique, Cindua Mato, Des Iskandar (recommended untuk adat padang, dia pasang harga 120jt di Manggala udah termasuk dekorasi, baju adat kurung dua mempelai dan ibu-bapak juga saudara, musik talempong, dan tari gelombang juga pencak silat), Every Decoration, Arland, Sky Wedding, Eko & Friends, Gadih Ranti, Garda, Han’s, Kalingga, Kembang Setaman, Sulthan Decoration, Bunga Keiffa, M Wangi, Mitra Sekar utama, Nauli, N Wangsa, Safira Maharani (dari foto di sekretariat Manggala sih bagus kayaknya), Djus Masri (start 75jt di Manggala dengan paket seperti Des Iskandar), HTC Decoration, Rich Art.

2. Catering: Alfabet (ini saya udah gak ragu, selalu enak di tiap kawinan), Dwi Tunggal Citra (lebih mahal dari alfabet dan tipe makanannya lebih fancy, tapi jujur ga cocok di lidah saya), Caterindo, DIamond, Erin Listya, Gandrung (ini banyak yang pakai tapi saya gak pernah coba), H. Tinah, Kaparinyo, Kiki, Nirwana Indah, Nurmaya Sari, Pasar Minggu, Puspa, Puspita Sawargi (terkenal tapi saya belum pernah coba), Resti, Roma, Sawargi, Sono Kembang, Tidar, Tiara Royal, Tunas, Yvonne’s.

3. Photography: Batavia, Mahaesa Studio (no comment, saya ga suka cara mereka foto pelaminan, kurang simetris dan gak nunjukin pelaminannya sama sekali, udah gitu semahal Potomoto dengan kualitas biasa aja. Balik lagi ke selera ya), Makna Foto, Pasopati, Wong Akbar (mahal, tapi better than Mahaesa kualitasnya. Denger-denger tim mereka sangat cekatan jadi termasuk favorit), Liza Foto (kayaknya punya Sanggar Liza), Lightbrush (kakak saya pakai. Hari H rapi ya, gak nge block pengantin atau menghalangi pemandangan dengan foto-foto seenaknya, tapi gaya editan sih saya kurang suka karena mereka selalu main pendar-pendar cahaya di belakang pengantin. Tapi albumnya bagus sih, dan cepet sesuai deadline. Again, selera), L Galery.

4. Sanggar Pengantin dan Makeup: Sanggar Liza (bagus untuk pernikahan adat, tetapi kalau tidak suka yang terlalu medok, mungkin gak cocok), Sanggar Soeryo, Sanggar Karina.

5. Entertainment: Taman Music Entertainment (jaman kakak saya murah banget, 8jt udah full band. Sekarang mereka udah naik daun jadi full bandnya 50jt. Tapi bagus sih mereka).

Review:

Harga oke banget. Rekanan catering oke juga. Masalahnya sih dekorasi sama fotografi gak sesuai selera saya, dan lari juga sih dari tema saya. Jadi mau gak mau saya cari dekorasi, fotografi dan entertainmen dari luar. Masalah parkir gak akan ada masalah. Masalah lokasi juga gampang, karena dekat MPR. Untuk keamanan, insya Allah aman ya, secara deket MPR dan punya kementerian. Minusnya, memang tidak semewah seperti ballroom hotel atau Birawa, Patra Jasa. Bener-bener tempatnya plong, namanya juga biasa buat pelantikan dan ruang meeting. Paling dekorasinya harus jor-joran. Tapi dengan price dan benefit parkir, lokasi, dan kapasitas yang mencukupi untuk 1000 undangan seperti saya, recommended banget!

Love,

Bridecrisis