Posted in Wedding preparation, Wedding thought

Wedding References

Let’s talk in bahasa ๐Ÿ™‚

Hal pertama yang saya lakukan dalam menyiapkan pernikahan adalah googling. Sekarang banyak web dan media sosial yang bisa digunakan untuk inspirasi pernikahan. Beberapa web yang sering saya datangi adalah Bride Dept untuk mencari pernikahan-pernikahan unik sekaligus untuk mencari inspirasi agar pernikahannya unik dan berkesan. Banyak pasangan yang tampil beda dengan konsep yang unik-unik di Bride Dept dan cerita mereka juga lucu-lucu. Sosial media yang saya sering lihat untuk inspirasi adalah Pinterest. Kebanyakan yang ada di pinterest adalah pernikahan-pernikahan ala western, kebetulan saya pecinta film-film klasik seperti Gone With the Wind, The Sound of Music, Ben Hur, film-film semacam itu. Dari sini jugalah saya menemukan minat saya untuk membuat konsep pernikahan ๐Ÿ™‚

Web lain yang sangat berguna untuk persiapan pernikahan adalah Bridestory. Bukan untuk inspirasi tetapi untuk mencari vendor-vendor dan sekaligus bisa melihat pricelist, contact person, dan beberapa portofolio mereka. Enaknya lagi, di web ini bisa mensortir range harga vendor. Jadi kalau kamu bride to be seperti saya yang concern banget masalah budget dan sudah membagi-bagi bagian apa yang splurge the money dan mana yang save the money, ini bisa jadi pilihan yang tepat. Tapi tidak jarang juga pricelist nya meleset, di web dibilang affordable pas saya kontak vendornya, ya mahal-mahal juga. Dor.

Nah setelah tahu nama-nama vendornya, saya cross-check ke Instagram. Biasanya vendor lebih banyak posting portofolio mereka di Instagram. Walaupun terkadang foto bisa menipu, tetapi bagi saya jika apa yang ada di foto menarik, saya akan lebih tertarik untuk follow up mereka, terutama jika mereka ‘tampaknya’ satu selera dengan saya.

Berangkat dari browsing-browsing, biasanya saya follow up via whatsapp, LINE, atau bahkan langsung saya telepon. Nah, saya punya tips untuk kalian yang sedang sama-sama berburu vendor:

1. Pilih dulu vendor yang kira-kira sesuai dengan selera kalian, supaya tidak terlalu banyak vendor yang kalian follow up. Contohnya vendor dekorasi. Setiap bride-to-be pasti punya selera, tidak semua vendor bisa menyesuaikan selera kalian karena setiap vendor juga punya selera. Menurut saya sih, kalau kalian melihat portofolio mereka tidak cocok dengan selera dan tema kalian, langsung saja eliminasi. Kadang memaksakan vendor dekorasi untuk menyamakan dengan tema kalian, hasilnya tidak maksimal.ย Misal, ada vendor portofolionya untuk dekorasi outdoor, jadi tone-nya rustic, dengan kayu washed out, bunga-bunga liar, dan lampu-lampu bohlam. Walaupun bagus dan kalian suka, jika tema kalian ada elegant classic, tentunya tidak akan masuk karena mereka memang basicnya rustic. Saya jarang melihat vendor dekor yang benar-benar jago di semua tema. Apalagi untuk vendor dekor tradisional, kalian paksakan untuk modern internasional, saya yakin hasilnya akan beda dengan vendor yang terbiasa internasional. Walaupun, mereka akan menjual bahwa mereka bisa dekorasi bertema apapun. So, choose wisely! ๐Ÿ™‚

2. Jika sudah memilih kandidat, pastikan tanyakan pricelist dan apa saja yang mereka berikan di dalam pricelist itu. Misal pricelist wedding dress atau kebaya, tanyakan apakah harga sudah termasuk bahan. Jika mereka menyebut ‘starting price,’ biasanya mereka tidak bisa memberikan harga di bawah starting price itu.

3. Pastikan kalian bertemu langsung dengan vendor tersebut, dan yang paling baik adalah kalian set a meeting di luar pameran. Karena saat pameran mereka biasanya tidak fokus karena banyak klien. Saya sendiri lebih suka meeting saat lunch di weekdays atau after office hour, atau bahkan weekend. Memang capek, but trust me kamu akan lebih paham si vendor dengan bertemu di meeting ๐Ÿ™‚

4. Tentukan maksimum budget per vendor. Jika tidak, kamu tidak bisa menghitung berapa banyak kamu akan mengeluarkan budget untuk satu vendor. Jadi kamu harus set dari awal, lalu hubungi vendor, lalu compare. Jangan takut untuk ngobrol dengan dekor yang di atas budget kalian, karena saya pernah bertemu dengan vendor dekor ber-budget 300 juta, padahal budget saya hanya 100 juta. Namun di quotation akhir mereka bisa lho kasih harga spesial sebesar 189 juta. Masih kemahalan, tapi jauh banget dari harga 300 juta kan? Jadi buka opsi sebesar-besarnya, dan jangan lupa, logika juga harus main lho dalam menentukan budget.

5. Berteman lah dengan vendor kalian karena kalian akan dapat banyak complimentary. Caranya adalah bukan mengumbar janji-janji akan deal dengan mereka, tetapi berbicaralah layaknya dengan teman, ajak ngobrol santai, dan banyak-banyaklah berdiskusi. Sejauh ini saya selalu dapat complimentary dari dekorasi, venue, dan wedding dress hanya karena saya rajin ngajak diskusi. Contohnya waktu saya mau pinjam veil untuk akad nikah, harusnya tidak boleh karena saya hanya pakai baju resepsi dia, tetapi karena sudah kenal, jadi dipinjemin deh. Lalu vendor dekorasi, dia memberi harga sedikit lebih tinggi dari budget saya tetapi saya dapat free entertainment decoration, free VIP decoration, free hand bouquet dan corsage, juga free akad nikah set. Padahal saya belum deal apa-apa lho ๐Ÿ™‚

Nah kira-kira begitulah wedding thought kali ini. Masih banyak thoughts lain yang akan saya post ๐Ÿ™‚

Love,

Bridecrisis

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s