Posted in Wedding preparation

Bridestory Fair 2016, Sheraton Gandaria City

PUASSSSS banget ke Bridestory Fair ini. Hampir semua vendor yang saya stalk selama ini, nongol disitu. One stop shopping banget! (Walau saya gak shopping-shopping amat sih, kebanyakan nganga liat harganya). But anyway, karena saya anaknya curious dan gak punya muka, jadi saya mendatangi banyak sekali stand-stand vendor. Nyaris semuanya sih, semua yang saya suka maksudnya, dan saya tanyain semua pricelistnya. Nah, ini dia resume hasil hunting saya selama 2 hari di First Bridestory Fair ever in Indonesia!

1. Elssy Design

Detil tentang vendor dekorasi ini akan saya tulis di postingan selanjutnya ya. Nah, jadi saya sebenarnya sudah kenal sekali dengan dekor ini. Berawal dari tertarik dengan Elssy Design, namun karena mereka melempar budget 300jt (Mak…salah apa anakmu mak…) jadi mereka menawarkan second line mereka yang bernama Elgen. Jadi sebelum fair ini, saya sudah punya quotation dari Elgen. Nah stand mereka disini, tidak se-standout seperti di The Secret Garden minggu lalu di Ritz Carlton Mega Kuningan. I wonder why. Saya perhatikan pula, sudah 3x saya lihat pameran mereka, unsur warna yang mereka pakai sama ya. Varian warna pink dan beberapa warm lighting. Jadi apakah mata saya bosan, atau memang kanan-kiri mereka juga vendor kelas premium ya jadi dekorasi mereka tidak se-standout biasanya. But anyway ya tetep cakep sih.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang kesan ke Elssy, karena ini bukan kali pertama saya kesini. Namun ya konsistensi kemeriahan dekor sejauh ini selalu sama, jadi saya bisa bilang mereka memang tidak main-main dalam mendekor setiap acara yang mereka buat. Kalo kamu suka dengan permainan warna yang manis, warm, bahkan cerah ceria ulala, bisa main ke stand mereka di exhibition lain.

Sepertinya, eliminated~

2. Mawarprada Decoration

Ini pertama kalinya saya datang ke stand mereka di exhibition. Bagus lho! Padahal mereka satu-satunya yang pakai bunga lokal di mix dengan impor. Berhubung saya udah pernah ketemu mereka sebelumnya, kok ya ngerasa jodoh aja ternyata tema dekorasi mereka ini sedang klasikkkkk banget. So no doubt, I LOVE IT. Warnanya sangat warm dengan properti yang antik-antik. WAH! Kayaknya bakal fix pakai ini sih, karena Elgen harganya gamau turun dari 150jt, tapi tergantung Flora Botanica, mereka akan pameran minggu depan.

image

image.jpg

Saya suka…gak lebay, kalem, tapi tetap elegan ❤

3. Tea Rose Wedding

Saya khusus meminta Tea Rose untuk mendiskusikan masalah desain di Padma Hotel Bandung. Memang saya ini bride-to-be labil. Ada 3 venue yang saya pilih sekarang yaitu Manggala Wanabakti untuk pernikahan besar-besaran, Rumah Maroko untuk pernikahan berkonsep dan dengan undangan yang cukup banyak (bisa akomodir keinginan ortu), dan Padma Hotel Bandung untuk intimate wedding yang saya dan pasangan cita-citakan. Sayang seribu sayang, Tea Rose Wedding perkiraan harganya start di 250jt. Coret secoret-coretnya. Padahal dia bisa lho bikin yang classic vintage gitu 😦

Eliminated~

4. Orchid Decoration

Dari standnya aja, kelihatan banget bahwa mereka lebih mengusung tema rustic, malah bisa nyerempet ke kinfolk. Akhirnya, lagi-lagi saya menawarkan venue Padma Hotel Bandung dan the happy news is, mereka merasa tidak perlu banyak dekorasi berlebihan karena venue nya sudah cantik. Saya suka nih yang begini-begini, menghargai venue, padahal venue Padma Hotel polos gitu, cuma enaknya alam terbuka. Akhirnya saya diskusi cukup lama lho di Orchid, saya beri moodboard, menentukan photobooth, backdrop pengantin, dan aransemen bunga juga lighting. Suka banget sih sejauh ini ngerasa cocok. Mereka bilang kira-kira akan habis 40jt. Not bad! We could work it out.

LISTED!

5. Pola Artistry

Awalnya bingung ini stand apaan, saya pikir lukisan. Ternyata eh ternyata, ini undangan! Mereka menyediakan design template dan custom design. Harganya start dari 100 undangan IDR39.900/pcs. Mahal ya? Ember. Begitu saya lihat hasil custom design mereka, OMG, one of a kind banget! Mereka benar-benar meng-capture karakter sang pengantin, mulai dari cerita cinta mereka, kesukaan, lagu yang mereka banget, pujangga kesukaan mereka. Aduh oke banget deh pokoknya. Kertasnya mereka pakai kertas fancy yang ada teksturnya, makanya agak mahal.

Hari ketiga pameran, saya galau. Akhirnya saya datang pagi jam 10 hanya untuk diskusi dengan Pola Artistry untuk undangan dan wedding saya, dannnnnnnn Sabrina yang menghandle saya mereka bener-bener nanya semua tentang saya dan pasangan. Suka banget! Katanya quotation nya mau dikirim semingguan lagi. Kita tunggu saja hasil moodboard mereka dan harganya! Oya, harga desain custom saklek di 5.5jt ya….udah semua desain termasuk revisi dll nya. Worth it sih menurut saya, karena undangannya tipikal yang bisa di frame gitu, jadi gak dibuang!

LISTED!

6. Bramanta Wijaya & Mila Wijaya

Jadi saya itu sudah kepoin Bramanta Wijaya semenjak saya masih pengen pakai ballgown sampai sekarang pengen gaun-gaun simple renda ala intimate wedding, HAHAHA. Pas saya sedang ngobrol dengan Sabrina dari Pola Artistry, tiba-tiba Bramanta ini lewat, minta kartu namanya Pola. Trus saya bilang ke Sabrina, “Itu desainer lho?” Sabrina nya sih gak ngeuh, dia malah kaget-kaget gitu saya bilang itu desainer. Dan detik tersebut saya juga lupa lho itu siapa HAHAHA.

Begitu saya dateng ke stand nya Bramanta Wijaya, baru inget ternyata dia yang selama ini saya kepoin instagramnya! So, duduk manislah saya disana dan aneh banget, ngobrolnya lancarrrrrr banget sama Bramanta ini. Ternyata kita punya selera yang sama, gaun-gaun lace yang simple, off white, penyuka make up natural even for wedding, dan tema-tema klasik gitu. Dia semangat banget pas tau ide pernikahan saya di Padma, konsepnya seperti apa, dan prewed nya seperti apa.

Yaudahlah akhirnya saya digambarin sama dia, FREE, dan dia quote saya di harga 31jt. Yang unik, gaun yang dia beri ke saya adalah semua bagiannya kayak bisa dilepas! Jadi atasannya kepisah sama bawahannya, nanti bawahannya bisa dijadiin rok sepan pendek. Lalu buntutnya bisa dilepas juga, jadi saya bisa punya 3 piece baju lho! Juga bertabur swarovskiiiiii. Mana udah termasuk veil. Love at the first sight banget. Dan dia satu-satunya desainer yang saya datangi dan mengatakan,”Ini warna kulit yang saya suka,” secara saya eksotis bagaimana gitu (hoek). Trus dia jajarin warna putih yang masuk ke kulit saya, trus dia kelihatan seneng sendiri, padahal saya masih gak pede. Dia satu-satunya desainer yang menyarankan saya untuk pakai warna putih just because this is my wedding day, and every women, any color would be a beautiful bride in white!

Confidence saya naik sedikit.

Nah, lalu dia punya sodara namanya Mila Wijaya. Asli. Itu saya suka banget cara dia merias wajah model-model dengan kulit eksotis. SO BEAUTIFUL. Ada foto-foto bride juga di portofolio mereka dan bener aja, lebih bagus ketika dia mendandani wanita berkulit sawo matang lho daripada yang putih banget. Harganya hanya 15jt saja! Dan…Bramanta WIjaya bilang kalo bikin di dia, saya akan dipinjamkan gaun prewedding, terserah mau berapa! MENYENANGKAN! One day saya akan main ke butik mereka sesuai undangan mereka. Can’t wait!

LISTED BOTH OF THEM!

7. Davy Linggar Photography

This…I can’t even say the word. The best photographer I’ve ever met. Davy Linggar membuat stand tidak seperti pada umumnya. Dia buat box gede banget, minimalis, bahkan kalo gak dikasih tau tim Hilda Bridestory, saya gak akan tahu ini tuh stand. Jadi saya masuk, bentuknya semacam kubus tapi gak simetris. Di dalam tuh gelap banget, cuma pake penerangan seadanya dan dinding kubusnya pun warna monochrome. Pas saya berbelok di belokan pertama, ternyata ada proyektor yang menayangkan video. Videonya pun hitam putih dengan potongan video yang ritmenya kadang cepat kadang lambat…sumpah saya gak inget itu ada suaranya apa gak, saking saya fokus pada pengambilan gambar dan kesan yang dibawanya. Sumpah, merinding. Parah. Parah. Parah. Entah berapa kali harus ngulang kata-kata itu. Cek aja sendiri di youtube atau instagram kalo gak percaya. Basicnya Davy Linggar ini memang bukan wedding fotografi, but I would love to have them work with me for my wedding.

Saya sempet ketemu Davy nya, ternyata satu almamater sama saya hahaha, cuma beda angkatan 15 tahun #cuma. Orangnya simple banget, gak sombong, murah senyum dan ramah. Cuma lucunya kayaknya dia emang gak haus mencari klien, karena dia bener-bener cuma duduk di satu kursi aja di sebelah kubusnya itu. Beda ya emang kalo udah ngetop dan emang skill-nya mumpuni, dia yang dicari sih, bukan mencari.

TAPI MAHAL BANGET HUHUUUUUU!! Ini saya nangis paling kenceng sih. Harga untuk wedding 100juta, prewed di Asia 170jt, prewed di Asia Pasifik 170jt, di Eropa 200jt. Bye Davy Linggar…tapi saya akan selalu menyukai karyamu yang natural dan sarat makna. SIGH. SIGH. SIGH. SIGH. SIGH.

Will dream about it…gamau bilang eliminated 😦

8. Lentera Photography

Ini punyanya suaminya Andien. Boothnya kecil tapi lucu banget, serba vintage, dan banyak foto-foto polaroid yang digantung gitu. Berhubung saya cinta banget sama vintage, datanglah saya kesana. Trus dikasih album foto dengan cover dari kulit dan ada ikatan sebagai pengganti kunci, dari kulit juga. Saya buka-buka lah album fotonya. Sangat vintage, sebenarnya selera saya, tetapi entah kenapa ada sesuatu yang kurang. Namanya juga selera. Harganya juga gak main-main, untuk paket shoot wedding dan videografi, 80juta. Kemarin lagi diskon 30% sih untuk deal pertama pada hari itu, untuk deal kedua dan seterusnya dapat 20%. Tapi out of budget…dan saya lebih baik cari yang lain. Kalo Davy Linggar segitu sih mungkin saya hajar! HAHA #gakmikir #ego #demiartsy

Eliminated.

9. Antijitters

Ini dia vendor fotografi yang hitssss banget di bridestory dan bridedept. Bahkan saya sudah menemukan mereka sejak main pinterest. Kemarin mereka kasih harga 2016 dan mengikat untuk 2017 jika deal di pameran. Photo only 17.5jt tanpa album, dengan album jadi 21jt, dengan film jadi 35.5jt. Diskon 8% pada hari itu. Saya cukup nge fans sama Antijitters dan hasil-hasilnya di sosmed. Lalu saya tertarik untuk buka-buka albumnya…hmmm, ternyata beda dengan yang saya bayangkan sebelumnya. Gak jelek kok, bagus, editannya rapi dan resolusi gambarnya pun bagus.. Tapi buat saya kurang natural.

So, eliminated.

10. Litany

Ini termasuk unique service menurut saya. Jadi mereka itu membuat hair piece, kalung, gelang, sama cincin dari logam tembaga, kuningan, ataupun perak. Sesuai request, mereka juga bisa melapisinya dengan emas. Bentuknya unik-unik, lebih ke arah fashion show sebenarnya daripada nikahan. Tapi antik, saya sih suka banget. Ada satu cincin mereka buat dari perak, peraknya dibentuk pohon gitu. Lalu nanti mereka akan meminta si pasangan itu memotong pohon itu menjadi dua; akarnya nanti dibentuk menjadi cincin sang pria, ranting dan daun-daun menjadi cincin sang wanita. Unik banget ya ❤

Harganya variatif sih, gak ada harga pasti karena tergantung logam apa yang digunakan dan desainnya seperti apa. Rata-rata kemarin dari 8-25jutaan. Uniknya, semua mereka bikin handmade lho! Berdua saja, tanpa bantuan tukang. Kalo mau beda dan unik-unik juga bermakna, bisa banget nih pesan di Litany.

11. Isamare

Ini vendor fotografi juga. Saya sempat datang ke boothnya sambil lihat-lihat albumnya, tapi sayang saya kurang paham konsep dasar fotografi mereka ya. Katanya simple dan mengedepankan momen, tapi menurut saya hasilnya kok biasa banget. Maksudnya editannya bukan selera saya, dan angle nya biasa-biasa aja. Jadi gak sempat nanya pricelist saya langsung pamit aja. Model-modelnya mirip Axioo sih, tapi saya sendiri memang bukan selera yang seperti Axioo. Saya sukanya fotografi yang jurnalisme. Jadi ga cocok deh.

12. SAS Design

Ini dia vendor yang bikin calon saya langsung deal di tempat. Jadi ini vendor jas pria untuk pernikahan dan acara formal. Selain jahitannya rapi, promonya menggiurkan banget! Mereka start dari package 4.5jt sampai 8.5jt saja, sudah include bahan, rompi, dasi 2, celana, garansi 1 tahun untuk rombak-rombak ukuran kali-kali habis nikah menggemuk haha, dan sedang promo jika DP di tempat, akan dapat promo free upgrade ke package 1 level di atasnya. Jadi misal beli package 4.5jt, nanti otomatis free upgrade ke package 6.5jt! Tentunya beda bahan doooong. Langsung lah si calon deal, gak pake basa-basi.

BOOKED!

Nah sekian hasil jalan-jalan di Bridestory Fair 2016. Jujur, puas banget sama banyaknya vendor dan promo yang ada. Vendornya oke-oke banget, dan gak pelit-pelit kasih promo.

Advertisements
Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Bandung dan Bali

Okeh, lepas dari kota Jakarta, berhubung saya dan si calon sebenarnya pengennnn banget bisa intimate wedding yang cuma 300 undangan (gak intimate juga sih hahaha, at least ga sampe 1000 tamu), ada 2 pilihan destination wedding. Intinya sih, kalo cuma mau undang 150-300 undangan, sekalian aja destination wedding. Gak enak kan nikah di Jakarta terus ngundang sedikit. Walau saya sih sebenernya gak begitu peduli ya, because wedding is yours, make it like it yours. Ya tapi kan ortu pasti pengen undang banyak, ada rasa gak enak dan sebagainya. It is normal, and I am not normal at all, sigh.

Anyway, ini dia beberapa venue yang sudah kami telusuri. Cukup terseok-seok dan sakit jantung pas hunting venue Bali. Walau vendornya murah-murah, tapi venue dan makanannya bikin kantong bolong.

Here we go!

1. Ayana Bali Resort and Spa (CP Budi Pujiyantie 0812 380 8150)

Ini sih impian ya…pas tau harganya jadi ‘nguimpi!’ Masalahnya harga di bawah adalah harga 2 jam akad/pemberkatan saja, kalo nambah resepsi di restorannya, buffet start dari 750rb/person belum termasuk minum…dududu~

Ada wedding package nya untuk seremonial aja, ga sanggup nulis disini but anyway…

a. Sky is the Limit: 165jt++ include standard decor, , exclusive 2hrs usage of bridal villa pre ceremony, music, fresh flower hair piece, 80 glasses mocktail, 10 dozen canape

b. Ayana Villa Wedding: 150jt++ include 3-night stay at 3-bedroom ayana villa, flower arrangement, serenades, 4 balinese flower girls, 5 dozens canape, 50 glasses tropical welcome drink, rock bar reserved table and two glasses sparkling wine.

c. Cliff-top Dream Wedding: Astina chapel 35jt++, Tresna chapel 38jt++ (Tresna will be closed in November due to renovation plan). Include 2 nights complementary stay in Ocean Viw Villa, exclusive hire Tresna (50pax) or Astina (80pax) Wedding Pavillion for 1 hour include Designer Decorations and flower arrangement, exclusive 2hrs usage of bridal villa pre ceremony, serenades, complimentary aquatonic thalassotherapy treatment (not valid for Astina package).

d. Secret Garden Wedding: 35jt++ include 2 nights 1 room Ocean view villa, 2 hrs usage bridal villa prior to ceremony, private avenue at Asmara or Bale Kencana for 2 hours with Designer Decoration and flower arrangements, romantic balinese bamboo “rindik” accompaniment, compl. Aquatonic thalassotherapy treatment.

Yang sulit adalah memikirkan penginapan saudara dan sortir orang-orang yang harus diundang. Karena maksimal hanya 80 pax saja. Bye Ayana…Masih banyak intimate wedding venue di bali seperti Villa Phalosa, Ahimsa, Taman Bhagawan, Semara Uluwatu. Tapi sesungguhnya intimate wedding yang kami inginkan itu bisa cut budget banyak tapi bisa senang-senang dengan kerabat dan teman terdekat. Kalau habisnya tetap tembus 300jt atau 400jt ya sama aja dong dengan nikah ramai-ramai di Jakarta.

2. Padma Hotel Bandung

Semua bermula dari saya jatuh cinta berat sama Padma Hotel Bandung, dulu pernah menginap di sini dan sukaaa banget. Lokasinya jauh dari keramaian kota tapi gak jauh-jauh banget juga. Pemandangannya asri banget, tebing bervegetasi, udaranya sejuk banget. Best hotel ever after Grand Hyatt Nusa Dua Bali. Akhirnya cari-cari WO recommended di Bandung, karena kalau menikah di Bandung tentunya harus pakai WO atau WP karena saya domisili Jakarta. Akhirnya ketemu Pride Organizer (CP Aji 0811 2182 810) yang sangat helpful dan benar-benar menjawab semua pertanyaan saya via whatsapp, dia juga kritis dan jujur dalam menilai vendor dan venue. Dia rela lho ngehubungin Padma dan Sheraton nya langsung terus di screencap satu-satu untuk dikirim ke saya via whatsapp. Kemungkinan April saya akan bertemu langsung dengan Aji di Padma Hotel nya langsung. Untuk pricelist Pride Organizer sendiri tidak terlalu mahal (saya sudah kicer liat pricelist WO dan WP di Jakarta), untuk WO D-Day only harganya 14juta, untuk Full WP harganya 22.5jt, dan Planner Function (sama seperti Full WP tapi exclude mengurusi undangan, RSVP, dan pengiriman undangan) 17.5jt. Lebih lengkapnya akan saya bahas di WO dan WP nanti ya.

The Food: Padma sendiri range buffetnya start 625k/person (nett) udah sama minum untuk 300 pax, 5 appetizers, 1 soup, 5 main courses, 5 dessert; lalu 1 free night stay untuk 2 kamar, two food stalls (70pax). Ada yang buffet 815k/person (nett), hanya beda di food stall-nya saja (150 pax). Yg paling mahal set menunya 1,050k/person (nett) udah sama minum untuk 150 pax. Kalau mau lebih murah ambil paket hari Minggu, harga buffetnya 545k/person (nett) udah sama minum untuk 300 pax…untuk paket Minggu ini free 2 nights untuk 1 kamar, free 1 night untuk 2 kamar. Good deal! Untuk sekelas Padma Hotel, ini sih murah banget.

The Capacity: Secara venue, Padma bener-bener sweet escape. Nama venuenya champaca, kapasitas 300pax, kalau mau nambah pax paling dipartisi acaranya siang dan malam jadi total bisa 700 pax standing. Ada pula nama venue jacaranda, venuenya pool saja tapi menurut saya less important ya karena biasanya hanya dipakai untuk lepas balon atau lentera saja dan Champaca selalu jadi main hall nya, jacaranda harus naik tangga sedikit dari Champaca jadi kesannya terlalu terpisah jika mau pakai dua-duanya. Untuk jacaranda standing party bisa muat 300 pax untuk 1 acara, jika acara 2x bisa 500 pax.  Semi standing champaca 300 pax, jacaranda 200 pax. Sitting champaca 150pax (round table), 200pax (long table), jacaranda 120pax (round table), 150 pax (long table).

Bisa mengirit banget dan bandung pula, kotanya enak, makanan Padma juga enak. Sweet escape. Minusnya benar-benar harus teliti masalah undangan. Masalah charge dekor saya belum tahu, tapi kemungkinan dekorasi akan habis 20-40jtan disini karena harus full bunga. Tergantung mau seperti apa. Saya hitung-hitung dengan ambil paket hari Minggu dan 400 pax hanya 295jt saja sudah all in musik, WP Pride Organizer, fotografi (pakai Mario dari Gusde Photography yang bagus banget hasilnya, lebih bagus dari Antijitters), dekorasi.

The Concept: konsepnya adalah semua tamu adalah keluarga. Maka 400 tamu itu nantinya akan mengikuti proses pernikahan lengkap dari akad sampai resepsi. Rencananya tentu si calon pakai jas, saya pake full lace dress. Tentunya konsepnya mingle, jadi acaranya memang akan lama. Mungkin ada dansa dari pengantin supaya ada sesuatu yang berbeda. Lalu ada pelepasan lantern, foto-foto selfie, semuanya berasas kekeluargaan (penggunaan bahasanya maafkan). This is my real dream wedding, actually!

Saya akan mempertimbangkan menikah di sini, venue dapat, harga masih oke, makanan udah pasti enak, gratis menginap pula!

3. Sheraton Hotel Bandung

Nah, ini termasuk hotel favorit saya juga di Bandung. Udah kayak hotel di Bali konsepnya, makanannya enak, pelayanannya baik, dan luas banget ya mirip resort walau tidak ada villa nya. Lagi-lagi saya tahu informasinya dari Aji Pride Organizer. Pride Organizer punya paket tersendiri untuk pernikahan di Sheraton, start dari 140jt-285jt sudah all in (exclude makanan sheraton) udah dekorasi, mobil pengantin, make up, bridal, foto dan videografi, MC, musik, suvenir, groom attire, Full Planner dari Pride, wedding cake, hand bouquet. Lengkap kan?

The Food: buffet start 325k++/person sepertinya belum termasuk minuman ya, tapi saya tidak punya pricelist untuk minumannya. Buffet paling mahal 450k++/person dengan 100 porsi food stall dan 2 night stay di Sheraton. Ada set menu start dari 888k/person sampai 1.088k/person.

The Capacity: kapasitas up to 700 pax tergantung venue mana yang mau dipilih. Yang paling luas di Towers Garden, min. Revenue 300jt++. Lalu ada Poolside Wedding 450px min.rev. 200jt++, Saragosa Wedding 200pax min.rev. 115jt++, Gardenia Wedding 140pax min.rev.75jt++. Jadi pastikan kalian memilih menu yang mencapai min.rev. Sheraton, dan ingat 21% pajak dan service charge.

The Concept: Honestly, saya kurang tertarik dengan venue yang ditawarkan, karena kayaknya sama aja ambience nya dengan hotel Jakarta. Kalau Padma dia agak tebing-tebing jadi agak beda ya, dan tetap berasa Bandung yang basically hilly.

So, eliminated.

Love,

Bridecrisis

Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Jakarta (Part 3)

Venue lagi! Jadi sebenarnya ortu memang ingin pesta pernikahan yang konservatif, setelah akad lalu langsung resepsi dengan pelaminan statis dan saya mejeng disitu selama 2 jam. Saya sih gak ada masalah dengan itu. Tetapi sebenarnya saya dan pasangan ingin intimate wedding atau minimal mingle. Syaratnya adalah, biaya yang dikeluarkan seharusnya tidak semahal grande wedding yang tamunya ribuan orang. Nah, ini dia hasil puter-puter Jakarta per 19 Maret 2016 berikut konsep yang saya dan calon pikirkan untuk venue-venue ini.

1. Tugu Kunstkring Paleis (CP: Bianca Tania Ngadimin 081 715 8181)

Where: Jl. Teuku Umar No.1, Menteng, DKI Jakarta (dekat stasiun Gambir)

Capacity: Ada beberapa ruangan di sini. Ada lantai 1 dan lantai 2. Lantai 1 ruangan utama bisa tampung 88pax sitting dinner, sebelahnya ruangan utama bisa 40pax. Sementara lantai 2 bisa tampung 88 pax sitting dinner. Kalau standing dengan sewa 2 lantai kira-kira cukup untuk 300 pax. Mereka bisa beberapa event loh dalam 1 waktu, pernah ada yang fine dining di lantai 2 dan di lantai 1 nya ada wedding.

Parking Capacity: kecil banget. Paling parkirnya di jalanan gitu atau valet service. Malahan di depan pintu masuk cuma cukup sekitar 6 mobil.

Availability: bisa sewa pagi ke siang atau sore ke malam.

Price: sebenarnya venue ini adalah restoran, jadi hanya bayar makanannya saja tergantung mau ambil paket yang mana. Range harga buffet 348k++/person sampai paling mahal 688k++/person. Belum termasuk minum, minumnya 60k/person free flow untuk 2 jam. Jadi kalau mau lebih dari 2 jam ya bayar lagi. Harga stall saya gak tanya, karena kalau pesan buffet aja saya rasa sudah cukup karena menunya banyak banget, buffet paling murah saja ada 11 menu.

Minimum revenue berlaku, jadi kalau kamu mau sewa full 1 lantai, kamu harus pesan makanan sampai minimum 130jt half day. Sewa full 2 lantai dikenakan biaya minimum 250jt half day.  Tidak ada charge jika mau membawa dekorasi, entertainment, atau fotografi dari luar, yang penting tidak boleh bawa catering dari luar saja.

The concept: secara arsitektur, bangunannya percampuran Belanda dan Indonesia, saya lihat gebyok dan songket padang, banyak ornamen antik Belanda, lampunya pun sangat Belanda. Konsep yang saya pikirkan jika menikah di sini, tentunya pengantin harus mingle, pelaminan sangat tidak dibutuhkan menurut saya. Jadi setelah akad, langsung makan-makan. Kalau bisa akadnya di lantai 2 karena jika akad di lantai 1 dan mau sitting dinner juga di lantai 1, butuh 2 jam bagi pihak gedung untuk men set kembali meja-meja dan kursi-kursi makannya. Kecuali mau standing dan beberapa sitting table saja. Akad bisa tamunya keluarga saja lalu dilanjutkan malam hari resepsi bersama teman-teman jika memang tidak mau membatasi tamu dengan 150 undangan saja. Jika mau 150 undangan saja lebih baik dari akad langsung acara resepsi supaya hemat biaya.

Untuk dekorasi, saya tampaknya hanya akan butuh bunga-bunga varian warna merah saja, karena gedungnya sendiri sudah banyak ornamennya. Lebih kuatkan di table setting saja. Sentra Bunga bisa jadi vendor dekorasi yang cocok untuk disini karena mereka sudah biasa mendekor di sini. Untuk lighting, jujur pas pertama kali saya lihat gedungnya…OMG suram sekali, kayak museum. Pas masuk saya suka dekornya, tapi ya remang-remang banget. Kalau tamunya kebanyakan expat atau yang artsy, mungkin suka. Tapi kalo orang tua sih kayaknya gak bakal suka.

Untuk makanan, saya kebetulan nyoba makan siangsop buntut dan nasi disana. Taste acceptable, tapi ya biasa aja. I mean, it is 88k oxtail soup……belum termasuk nasi. Emang paling enak makanan Indonesia ga usah aneh-aneh, warteg paling bener.

Saya sudah hitung dengan konsep di atas, agak susah ya karena half day saja bisa habis 250jt dengan hanya 150 undangan. Kalau dekorasi saya butuh 30-40jt, entertainment 10jt, belum wedding dress dan lain-lain, bakal tembus angka 400jt. Sementara 400jt sudah bisa grand wedding di auditorium Manggala Wanabakti dengan 1000 undangan.

So, eliminated.

2. Kembang Goela (CP: Ambar 0896 3246 9684 atau telepon aja ke 021-520 5651, mereka helpful banget)

Where: Parking Lot Plaza Sentral, Jl. Jend. Sudirman Kav. 47-48, DKI Jakarta

Capacity: 1 event bisa 500 tamu.

Parking Capacity: harusnya banyak karena sebenarnya Kembang Goela itu resto di dalam komplek perkantoran. Kalau weekend otomatis gedung-gedungnya bisa dipakai parkir. Saya rasa sih untuk kapasitas parkir aman ya untuk 250 undangan atau 500 tamu.

Availability: bisa booking sehari penuh dengan minimum revenue 150jt saja. Jika half day kalo tidak salah 75jt.

Price: Min. Revenue untuk half day 75jt, full day 150jt saja. Karena resto, jadi hanya bayar makanan saja dan tidak ada charge apa pun jika mau tambah dekorasi, entertainmen, dll dari vendor luar. Harga buffetnya start dari 250k++/person  karena belum termasuk minum free flow start dari 35.500rb/person sampai 225rb/person. Menu buffet paling murah include sekitar 15 menu (termasuk nasi). Additional electricity tambah 1jt saja dan biaya security seikhlasnya.

The Concept: Bagi saya ini pilihan yang lebih baik daripada Tugu Kunstkring dari segi harga, lokasi, kapasitas, juga parkiran. Dari internet juga gak remang-remang kayak di Kunstkring (belum sempat kesana karena gak cukup waktu sehari mengunjungi 3 venue huhuuu, karena rencana ke sini tapi malah belok ke Sampoerna Strategic).

Konsep saya kalau wedding di sini, akad pagi dengan keluarga (200 pax) lalu lanjut resepsi siang dengan teman-teman ortu (500 pax). Lalu malamnya lanjut resepsi dengan teman-teman (300 pax). Konsepnya sih semi standing saja. Sebenarnya masih bisa dipakai daripada di Tugu. Biaya makan dan venue tembus 240jt untuk 1000 orang dengan konsep partisi acara. Sisanya pinter-pinter dekorasi deh jangan terlalu banyak dekor, walau tempatnya seperti kolonial betawi gitu. Paling bunga-bunga saja dan 1 pelaminan cukup. Lagi-lagi, Sentra Bunga bisa jadi pertimbangan vendor dekor karena mereka sering handle di sini.

3. Rumah Maroko (CP: Ari 0852 8643 5233)

Where: Jl. Tasikmalaya No. 4 Menteng, DKI Jakarta (dekat Ibis Budget Menteng dan dekat Taman Menteng)

Capacity: 1 event bisa 500 pax

Parking Capacity: kata pengurus gedungnya bisa 350 valet parking

Availability: sewa untuk full day, hanya 1 event dalam 1 hari

Price: this is the most reasonable price for beautiful wedding venue, I promise. Harganya 195jt (nett) semua ruangan, full day, complimentary 1 night stay in Villa Datuk Hakim Cilember (worth 1.5jt/night), complimentary prewed photo in Rumah Maroko (worth 10 million rupiah), standard decor berupa flower petal, floating candle dan moroccan lantern, sound system 5k watt, free flow mineral water, moroccan iced mint tea (yang konon katanya enak banget) & soft dring selama resepsi, red carpet, wi-fi, valet, police permit, security, 18 round tables, 150 futura chairs with cover, lighting yang udah bagus banget, large screen 3x4m, flower decor di buffet. Untuk harga 2016 itu saya dikasih free 350px buffet, 5 food stall berupa nasi bali, shawarma, salmon coulibiac, slow cooked graind beef rump in raz el hanout, dan hollaindaise poffertjes dengan total food stall untuk 850 pax. MANTAB! Kalo mau tambah buffet atau food stall, buffet range start 250rb/person, food stall start 45.000/person. Price is inclusive to 21% government tax and service charge. Harus ambil misting fan paling gak 6 buah untuk outdoor nya.

Payment: booking fee 10jt untuk lock tanggal, DP 50% lalu bisa tes makanan (makanan harus dipilih dulu baru tes makan, jika tidak sreg bisa ganti maksimal 2 menu saja tapi tidak ada test food lagi).

The Concept: I LOVE THIS PLACE SO MUCH. Arsitekturnya luar biasa, bener-bener detil. gak panas, ada pool side nya, air mancur dimana-mana. Konsepnya kalau disini adalah akad dengan baju nasional (ada kain batik jawa untuk saya pakai) ditambah pelaminan bergaya padang (nyambung sama Maroko). Akad pagi dengan 200 pax keluarga, lalu lanjut resepsi siang dengan teman-teman ortu sebanyak 500 pax, pakai pelaminan di ballroom utama (Casablanca), pelaminan selebar 5-6meter. Lalu resepsi malam dengan teman mempelai sebanyak 300 pax, konsep mingle, pelaminan akan jadi photobooth (walau foto dimana pun di sudut-sudut lain rumah ini semuanya bagus). Untuk baju si calon tetap pakai jas, saya sendiri akan pakai gaun pendek, semacam asimetris yang depannya pendek tetapi belakangnya membuntut gitu (tapi tidak melantai) supaya mingle nya lebih enak tapi tetap terlihat seperti ‘pengantin.’ Warnanya sih mau merah anggur dengan payet yang ramai, HAHAH, biar nyambung sama venue.

Dekorasi standarnya sumpah bagus banget. Rose petalnya penuh di air-air mancur, floating candle nya cantik di kolam, lampu-lampu gedung bisa jadi ambience lighting romantic and warm, kalau mau aman bisa tambah tenda seharga 9.5jt di Riyadh (sebelah pool), bunga di buffetnya guede banget. Pokoknya cantik banget deh, tendanya juga gak biasa jadi ada warnanya dan kain-kain dibentuk kubah gitu. Flower petalnya juga gak nanggung, lantern-nya dimana-mana. Ada charge 5jt jika mau pakai dekorasi dari luar. IMO, untuk dekorasi tambahan paling kasih pelaminan aja cukup sama standing flower di pintu depan. Kalau mau lebih atraktif tinggal kasih tanaman jalar di pillar-pillar yang polos. Denger-denger in house decoratornya jebolan Stupa Caspea.

Entertainmennya variatif ya ada belly dancer, tanoura, whirling dance (1.3jt-1.5jt/dancer). Mereka juga sedia entertainment akustik ataupun lagu timur tengah dengan range harga 5.5jt-8.5jt (MURAH BANGET!). Can’t get enough for all the facilities!

Masih deg-degan masalah parkir, takutnya tamunya kesulitan. Tapi disini sering dipakai oleh kedutaan untuk acara-acara meeting. Bahkan Pak Ahok, gubernur Jakarta saat ini pernah mengadakan acara dining disana dan saya lihat dari fotonya sih tamunya buanyakkk. Yang pasti saya butuh WO yang berpengalaman dengan acara-acara yang konsepnya dipartisi dan ada mingle-nya, pilihan saya jatuh ke Pasoetri WO. Sedikit pricey tapi saya lihat dia sering meng-handle acara-acara yang tidak biasa. Reny dari Pasoetri WO punya banyak ide dan saran ketika saya ngobrol dengan dia via whatsapp, minggu depan rencananya saya akan meeting dengan dia.

Aku suka banget dengan konsep pernikahan disini. Dan setelah hitung2, untuk semua itu hanya butuh budget sekitar 270jt saja!!! Yah, kalau berhasil propose ke ortu untuk pindah venue dari Auditorium Manggala Wanabakti ke sini, saya sudah pasti ambil disini!

Love,

Bridecrisis

 

 

 

 

 

 

Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Jakarta-Sampoerna Strategic (Part 2)

Okeh, selain auditorium Manggala Wanabakti, saya juga survey venue yang bisa menampung kapasitas besar lagi.

Sampoerna Strategic Square-The Atrium (CP: Merry Anggraini, 0816 161 4121)

Where: Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930

Capacity: 2000-3000 persons

Parking Capacity: 1200 mobil, tapi kata papa saya sih parkirnya setengah mati apalagi kalo acara malam karena macet juga daerahnya. IMO, jangan undang 3000 tamu, bisa gila tamunya cari parkir.

Availability: resepsi siang 4 jam atau resepsi malam 4 jam (mulai jam 18.00). Sayangnya jika ingin akad, ada tambahan paket akad sebesar kira-kira 30jt. Bisa akad pagi jam 08.00 atau sore jam 14.00. Satu hari dia hanya available untuk 1 klien saja jadi harus siap-siap cepet-cepetan DP ya karena pasti rebutan tanggal.

Price: Untuk 2000 pax (1000 undangan) Rp 866.200.000 (nett) include catering 1000 pax buffet, 40 pax buffet or early dinner (untuk keluarga), 40 pax for VIP dinner (4 tables @ 10 chairs); dekorasi (tergantung mau pilih siapa dari daftar rekanan, tapi sudah termasuk standard decoration kecuali untuk Suryo Decor, Stupa Caspea dan Vica Art-kalo pilih mereka tidak ada standard decor alias kalian mulai dari 0 rupiah lagi). Std decor include pelaminan, mini garden, standing flower, wedding gate, reception table/angpao box, red carpet/ rose petal. Kalo mau upgrade tergantung mau nambah apa dan tergantung vendor dekornya. Harga tersebut juga termasuk entertainment (1 MC, 2 singers, baby grand piano, saxophone, violin, bass, sound system up to 15.000 watt.

Payment: DP 20jt untuk lock tanggal.

Rekanan:

1. Catering: Al’s Catering, Akasya Catering (banyak orang bilang enak. Tapi beberapa kali kantor saya syukuran pakai mereka, kok saya kurang sreg. Balik lagi ke selera), Adhika Catering, Bali Indah Catering (nasi box nya enak pas saya ikut pemberkatan temen), Christ Iwan Catering, Chez Ingrid Catering, Dasa Catering, Dwi Tunggal Citra (tipe makanannya fancy, tapi lagi-lagi gak sesuai sama selera saya), Dharma Kitchen (untuk vegetarian menu), Yvonne’s.

2. Dekorasi: Akasya Decor, Des Iskandar, Elly Kasim (recommended kalo kamu punya budget berlebih dan mau padang totok), Darmasto Kusumaningrat, Grasida, Garda Decor, Hendra Irawan, Lily Vicky, Suryo Decor (Favorit di sini terutama untuk adat), Stupa Caspea (favorit banyak orang, aku sendiri suka banget karena mereka orisinil. Butuh budget berlebih kalau pengen vendor ini, di atas 150jt so pasti), Tiara Dekorasi Abadi, Vica Art (untuk chinese wedding cocok), 4Season.

3. MC & Entertainment: Budi Prayitno, Christian Hewis, David Entertainment, D&D Entertainment, Holy Queen Entertainment, Kana Entertainment, Mozaik, Entertainment, Trully Entertainment, Princess Entertainment, Xiao Wei.

Review:

No doubt. I LOVE THE ARCHITECTURE! Sangat eropa dengan ceiling tinggi, warna kayu gelap mendominasi jendela dan pintu, marmernya bagus banget di bagian lobi, ada lampu-lampu bergaya moroccan di beberapa lorong, dua sisi tangganya itu unbeatable banget. Kebayang akad di lobi lalu setelah selesai ijab-kabul, pengantin wanita turun dari tangga diperhatikan para tamu. Ngebayanginnya aja merinding. Though, ballroom nya tidak terasa seperti ballroom menurut saya, kurang mewah jika dibandingkan dengan lobinya yang super. Di belakang ballroom bisa dibikin tenda transparan dan cantik banget untuk dipakai acara malam dengan dekorasi yang manis seperti lampu gantung dan ambience lighting yang warm.

Rekomendasi dari saya, kalau mau pakai venue ini, pergunakan arsitektur dengan sebaik-baiknya. Jangan ditutup kain, sayang banget karena gaya eropa Belandanya sangat kental. Dan cobalah lebih klasik dalam mendekor, atau kalau mau adat sekalian karena lebih masuk. It is just my opinion, karena saya sangat menghargai venue, dimana dekorasi harusnya tidak menutupi unsur venue-nya, dekorasi yang bagus adalah dekorasi yang bisa menonjolkan kebaikan venue, bukan malah ditutup dan disulap sampai-sampai gak ketauan bentuk asli venue-nya.

Harganya mahal sih, kayaknya gak masuk budget saya. Tapi IMO, kalo kamu punya budget pernikahan mendekati 1M, sampoerna strategic menurutku sih oke banget.

Love,

Bridecrisis

 

 

Posted in Wedding preparation, Wedding Venue

Venue Hunting-Jakarta-Auditorium Manggala Wanabakti (Part 1)

Gedung Manggala Wanabakti punya beberapa ruangan. Yang paling besar auditorium yang full indoor, lalu ada Rimbawan I dan II yang semi-outdoor. Saya hanya mendatangi yang auditorium karena undangan saya 1000 invitation.

Auditorium Manggala Wanabakti (CP: lebih baik langsung ke sekretariatnya di lantai dua, karena susah sekali di telepon)

Where: Jl. Jend Gatot Subroto, Kel. Gelora Tanah Abang, Senayan, Jakarta Pusat 10270

Capacity: untuk auditorium, standing party 1250-2500 orang

Parking Capacity: karena milik Kementerian Kehutanan, kapasitas parkiranya bisa dibilang banyak banget. Istilahnya kalau 1250 undangan pada bawa mobil semua, saya yakin cukup karena emang guede bangetttt. Kebetulan kakak saya nikah di sini juga, 1000 undangan, sama sekali tidak terjadi kesulitan parkir dan traffic di dalam komplek Manggala Wanabaktinya. War byasak.

Availability: Acara pagi ke siang (05.00 – 14.00) loading barang untuk vendor bisa dilakukan 1 hari sebelumnya bahkan bisa dari jam 6 sore hari sebelumnya jika memang tidak ada acara, Acara sore ke malam (15.00-23.00).

Price: kebetulan karena ortu orang kehutanan, saya dapat diskon (YEAY!). Dari harga 23jt (tahun 2016) diskon 30% jadi 16.1jt saja.

Payment: DP 5jt saja untuk lock tanggal, bisa juga taruh nama dulu di tanggal tertentu, tapi maksimal 1 minggu kemudian harus DP.

Additional price:

1. PPN 10%, charge kalau ingin mengadakan acara sabtu malam/minggu malam (kalau acara siang tidak kena charge) sebesar 1jt, kalau mau pakai sonokeling II (ruang rias panitia) kena charge 750rb, karpet jalan merah 750rb, surat izin kepolisian 250rb.

2.Charge non-rekanan dekorasi sebesar 2jt, fotografi 1.5jt, entertainment 1jt, catering kayaknya harus pakai rekanan karena tidak ada info charge catering non-rekanan. FYI, kalau pakai yang rekanan kita tidak akan kena charge apa pun. Jika ada akad nikah di depan pelaminan, akan kena charge 2jt. Jika tidak mau kena charge, gunakan saja Sonokeling untuk akad sebelum resepsi.

Rekanan:

1. Dekorasi: Agung Dekor (bagus banget buat adat jawa, tahun 2016 dia start 80jt. Gebyoknya bagus banget dan jawa banget. Dia biasa kasih pelaminan di manggala 16 meter), Arrya, Chantique, Cindua Mato, Des Iskandar (recommended untuk adat padang, dia pasang harga 120jt di Manggala udah termasuk dekorasi, baju adat kurung dua mempelai dan ibu-bapak juga saudara, musik talempong, dan tari gelombang juga pencak silat), Every Decoration, Arland, Sky Wedding, Eko & Friends, Gadih Ranti, Garda, Han’s, Kalingga, Kembang Setaman, Sulthan Decoration, Bunga Keiffa, M Wangi, Mitra Sekar utama, Nauli, N Wangsa, Safira Maharani (dari foto di sekretariat Manggala sih bagus kayaknya), Djus Masri (start 75jt di Manggala dengan paket seperti Des Iskandar), HTC Decoration, Rich Art.

2. Catering: Alfabet (ini saya udah gak ragu, selalu enak di tiap kawinan), Dwi Tunggal Citra (lebih mahal dari alfabet dan tipe makanannya lebih fancy, tapi jujur ga cocok di lidah saya), Caterindo, DIamond, Erin Listya, Gandrung (ini banyak yang pakai tapi saya gak pernah coba), H. Tinah, Kaparinyo, Kiki, Nirwana Indah, Nurmaya Sari, Pasar Minggu, Puspa, Puspita Sawargi (terkenal tapi saya belum pernah coba), Resti, Roma, Sawargi, Sono Kembang, Tidar, Tiara Royal, Tunas, Yvonne’s.

3. Photography: Batavia, Mahaesa Studio (no comment, saya ga suka cara mereka foto pelaminan, kurang simetris dan gak nunjukin pelaminannya sama sekali, udah gitu semahal Potomoto dengan kualitas biasa aja. Balik lagi ke selera ya), Makna Foto, Pasopati, Wong Akbar (mahal, tapi better than Mahaesa kualitasnya. Denger-denger tim mereka sangat cekatan jadi termasuk favorit), Liza Foto (kayaknya punya Sanggar Liza), Lightbrush (kakak saya pakai. Hari H rapi ya, gak nge block pengantin atau menghalangi pemandangan dengan foto-foto seenaknya, tapi gaya editan sih saya kurang suka karena mereka selalu main pendar-pendar cahaya di belakang pengantin. Tapi albumnya bagus sih, dan cepet sesuai deadline. Again, selera), L Galery.

4. Sanggar Pengantin dan Makeup: Sanggar Liza (bagus untuk pernikahan adat, tetapi kalau tidak suka yang terlalu medok, mungkin gak cocok), Sanggar Soeryo, Sanggar Karina.

5. Entertainment: Taman Music Entertainment (jaman kakak saya murah banget, 8jt udah full band. Sekarang mereka udah naik daun jadi full bandnya 50jt. Tapi bagus sih mereka).

Review:

Harga oke banget. Rekanan catering oke juga. Masalahnya sih dekorasi sama fotografi gak sesuai selera saya, dan lari juga sih dari tema saya. Jadi mau gak mau saya cari dekorasi, fotografi dan entertainmen dari luar. Masalah parkir gak akan ada masalah. Masalah lokasi juga gampang, karena dekat MPR. Untuk keamanan, insya Allah aman ya, secara deket MPR dan punya kementerian. Minusnya, memang tidak semewah seperti ballroom hotel atau Birawa, Patra Jasa. Bener-bener tempatnya plong, namanya juga biasa buat pelantikan dan ruang meeting. Paling dekorasinya harus jor-joran. Tapi dengan price dan benefit parkir, lokasi, dan kapasitas yang mencukupi untuk 1000 undangan seperti saya, recommended banget!

Love,

Bridecrisis

Posted in Wedding preparation, Wedding thought

What Would My Wedding Be Like?

Dari awal saya memang tidak mau memakai wedding planner, alasannya satu, mahal. Dua, saya yang paling tahu konsep apa yang saya inginkan. Tiga, saya tidak merasa perlu konseptor dari WP karena yang penting adalah eksekusi dari WO saat d-day. Jadi saya memutuskan untuk mengkonsep pernikahan saya sendiri dan memberitahu WO nantinya.

Awalnya saya ingin pernikahan saya itu adat jawa, tetapi tanpa siraman dan midodaerani. Jadi benar-benar baju dan dekorasinya saja yang adat. Namun hal itu berubah ketika saya menonton film Cinderella 2015. OMG. Gaunnya bagus banget!!! Tiba-tiba saya kepengen pakai gaun, berarti harus internasional dong. Kebetulan ibu saya juga setuju, karena dia bosen dengan pernikahan jawa (kakak saya nikah pake adat jawa banget, terus dia udah jadi among tamu pernikahan jawa sebanyak 20 kali!). Lalu mulai lah cari-cari kalo internasional seperti apa. Beberapa hal yang saya temukan adalah…pernikahan ala internasional di Indonesia itu lebay. Selera sih ya. Warnanya serba putih, ball gown ala princess, mahkota, dan lain sebagainya.

This is not me. Lagi-lagi, selera ya.

Lalu akhirnya saya bikin moodboard di Pinterest, baru deh ketahuan pernikahan non-adat seperti apa yang saya inginkan: Indo-Belanda. Ini berarti lebih banyak warna kayu, bunga-bunga non-pastel, barang-barang antik, it doesn’t matter mau pakai gaun atau kebaya sama-sama bisa blend, any warm color would be good, lagu-lagu jadul atau lagu-lagu jaman sekarang yang di aransemen menjadi jukebox atau jazzy, neo-soul, anything classic ala-ala film Habibie Ainun atau Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Sedihnya adalah, ketika saya mengutarakan tema saya ke vendor-vendor dekorasi, mereka selalu mau bikinin pelaminan gaya kolonial dengan bangunan putih dan pilar-pilar kayak di Museum Bank Indonesia.

Well, mungkin masuk dengan tema ya, tapi entah kenapa saya gak suka, takut norak. Saya lebih suka mereka ambil elemen-elemen jendela belanda lalu di mix dengan garden supaya bunganya banyak, gak kering kerontang. Karena kalau salah-salah, bisa-bisa jadinya kolonial betawi atau kolonial jawa. Padahal moodboard saya jauuuuh dari itu. Jadi my final theme is: Classic Vintage-Europe.

Itu berarti akan ada chandelier, atau lampu carla, dengan barang-barang antik seperti jam weker tembaga, lilin-lilin, warna kayu, banyak unsur garden tapi juga mix bangunan, bunga-bunga berwarna deep atau dusty. Buku-buku tua yang ditumpuk, piring-piring keramik, etc.

Tuxedo untuk pria akan tuxedo grey dengan hint warna cokelat dan dasi berwarma merah marun, sementara dress resepsi saya akan berwarna dusty pink atau salem, kali ini bukan ball gown, tetapi gaun A-line dengan organdi Ellie Saab yang transparan dan 3D high quality lace. Dandanan minimalis yang penting manis dan tentunya tidak princess-y look, lebih ke couture. Baju akad, calon saya maunya pake tuxedo yang sama, jadi 1 tuxedo 2 looks. Kalo saya maunya baju akad saya itu lace dress yang simple, penuh lace, ada payet di ujung-ujungnya. Jadul tapi tetep manis. Namun belakangan si calon pengen saya pake kebaya. Jadi mulai Maret ini saya berpikir untuk pakai 1 kebaya dengan 2 looks, karena memang sih orang Indonesia itu sebenernya lebih cocok pake kebaya, entah kenapa. Saya juga jujur lebih pede pakai kebaya, daripada pake ballgown yang bikin saya tidak berpinggang dan jadi mengharuskan saya pakai sepatu hak tinggi banget (blah!) dan kebanyakan warna putih padahal kulit saya eksotis. Tapi mudah-mudahan nanti kebaya resepsi saya nyaru dengan gaun A-line, jadi gak terlalu tradisional tapi dibilang modern juga tidak. Bingung deh hahah.

Tadinya saya mau memasukkan piano quintet untuk musik saya (6 string sections terdiri dari biola, viola, cello dan piano), namun tidak semua orang suka klasik (walau saya suka banget). Jadi saya ubah, musiknya akan lebih jazz, jukebox, soul. Saya kurang suka musik ala-ala band yang berisik, saya lebih suka yang moodnya santai seperti di lounge, tapi groovy juga oke agar tidak ngantuk. Baby grand piano would make a difference, pokoknya non electric instrument.

Kira-kira hanya dekorasi, musik dan baju sih yang bisa nge-set konsep dan mood pernikahan. I hope it goes well!

Love,

Bridecrisis

Posted in Wedding preparation, Wedding thought

Wedding References

Let’s talk in bahasa 🙂

Hal pertama yang saya lakukan dalam menyiapkan pernikahan adalah googling. Sekarang banyak web dan media sosial yang bisa digunakan untuk inspirasi pernikahan. Beberapa web yang sering saya datangi adalah Bride Dept untuk mencari pernikahan-pernikahan unik sekaligus untuk mencari inspirasi agar pernikahannya unik dan berkesan. Banyak pasangan yang tampil beda dengan konsep yang unik-unik di Bride Dept dan cerita mereka juga lucu-lucu. Sosial media yang saya sering lihat untuk inspirasi adalah Pinterest. Kebanyakan yang ada di pinterest adalah pernikahan-pernikahan ala western, kebetulan saya pecinta film-film klasik seperti Gone With the Wind, The Sound of Music, Ben Hur, film-film semacam itu. Dari sini jugalah saya menemukan minat saya untuk membuat konsep pernikahan 🙂

Web lain yang sangat berguna untuk persiapan pernikahan adalah Bridestory. Bukan untuk inspirasi tetapi untuk mencari vendor-vendor dan sekaligus bisa melihat pricelist, contact person, dan beberapa portofolio mereka. Enaknya lagi, di web ini bisa mensortir range harga vendor. Jadi kalau kamu bride to be seperti saya yang concern banget masalah budget dan sudah membagi-bagi bagian apa yang splurge the money dan mana yang save the money, ini bisa jadi pilihan yang tepat. Tapi tidak jarang juga pricelist nya meleset, di web dibilang affordable pas saya kontak vendornya, ya mahal-mahal juga. Dor.

Nah setelah tahu nama-nama vendornya, saya cross-check ke Instagram. Biasanya vendor lebih banyak posting portofolio mereka di Instagram. Walaupun terkadang foto bisa menipu, tetapi bagi saya jika apa yang ada di foto menarik, saya akan lebih tertarik untuk follow up mereka, terutama jika mereka ‘tampaknya’ satu selera dengan saya.

Berangkat dari browsing-browsing, biasanya saya follow up via whatsapp, LINE, atau bahkan langsung saya telepon. Nah, saya punya tips untuk kalian yang sedang sama-sama berburu vendor:

1. Pilih dulu vendor yang kira-kira sesuai dengan selera kalian, supaya tidak terlalu banyak vendor yang kalian follow up. Contohnya vendor dekorasi. Setiap bride-to-be pasti punya selera, tidak semua vendor bisa menyesuaikan selera kalian karena setiap vendor juga punya selera. Menurut saya sih, kalau kalian melihat portofolio mereka tidak cocok dengan selera dan tema kalian, langsung saja eliminasi. Kadang memaksakan vendor dekorasi untuk menyamakan dengan tema kalian, hasilnya tidak maksimal. Misal, ada vendor portofolionya untuk dekorasi outdoor, jadi tone-nya rustic, dengan kayu washed out, bunga-bunga liar, dan lampu-lampu bohlam. Walaupun bagus dan kalian suka, jika tema kalian ada elegant classic, tentunya tidak akan masuk karena mereka memang basicnya rustic. Saya jarang melihat vendor dekor yang benar-benar jago di semua tema. Apalagi untuk vendor dekor tradisional, kalian paksakan untuk modern internasional, saya yakin hasilnya akan beda dengan vendor yang terbiasa internasional. Walaupun, mereka akan menjual bahwa mereka bisa dekorasi bertema apapun. So, choose wisely! 🙂

2. Jika sudah memilih kandidat, pastikan tanyakan pricelist dan apa saja yang mereka berikan di dalam pricelist itu. Misal pricelist wedding dress atau kebaya, tanyakan apakah harga sudah termasuk bahan. Jika mereka menyebut ‘starting price,’ biasanya mereka tidak bisa memberikan harga di bawah starting price itu.

3. Pastikan kalian bertemu langsung dengan vendor tersebut, dan yang paling baik adalah kalian set a meeting di luar pameran. Karena saat pameran mereka biasanya tidak fokus karena banyak klien. Saya sendiri lebih suka meeting saat lunch di weekdays atau after office hour, atau bahkan weekend. Memang capek, but trust me kamu akan lebih paham si vendor dengan bertemu di meeting 🙂

4. Tentukan maksimum budget per vendor. Jika tidak, kamu tidak bisa menghitung berapa banyak kamu akan mengeluarkan budget untuk satu vendor. Jadi kamu harus set dari awal, lalu hubungi vendor, lalu compare. Jangan takut untuk ngobrol dengan dekor yang di atas budget kalian, karena saya pernah bertemu dengan vendor dekor ber-budget 300 juta, padahal budget saya hanya 100 juta. Namun di quotation akhir mereka bisa lho kasih harga spesial sebesar 189 juta. Masih kemahalan, tapi jauh banget dari harga 300 juta kan? Jadi buka opsi sebesar-besarnya, dan jangan lupa, logika juga harus main lho dalam menentukan budget.

5. Berteman lah dengan vendor kalian karena kalian akan dapat banyak complimentary. Caranya adalah bukan mengumbar janji-janji akan deal dengan mereka, tetapi berbicaralah layaknya dengan teman, ajak ngobrol santai, dan banyak-banyaklah berdiskusi. Sejauh ini saya selalu dapat complimentary dari dekorasi, venue, dan wedding dress hanya karena saya rajin ngajak diskusi. Contohnya waktu saya mau pinjam veil untuk akad nikah, harusnya tidak boleh karena saya hanya pakai baju resepsi dia, tetapi karena sudah kenal, jadi dipinjemin deh. Lalu vendor dekorasi, dia memberi harga sedikit lebih tinggi dari budget saya tetapi saya dapat free entertainment decoration, free VIP decoration, free hand bouquet dan corsage, juga free akad nikah set. Padahal saya belum deal apa-apa lho 🙂

Nah kira-kira begitulah wedding thought kali ini. Masih banyak thoughts lain yang akan saya post 🙂

Love,

Bridecrisis

 

Posted in Wedding preparation, Wedding thought

It’s All Begin…

Okay, let’s write about it.

So.

I’ve been a bridezilla since January 2016, when my 5-years-relationship boyfriend and I decided to get married (hopefully) next year. If you wondering did he propose me in a fancy restaurant, or amazing beach with its wind and wave blowing my hair, or simple romantic dinner, or maybe a bouquet of flower with a ring on it, or crazily-imaginative he putted a ring in my wine or cake.

I am sorry but the answer is no. LOL. So it is a decision from both of us, in my apartment’s living room when the TV on and we’re chewing our cheap dinner. But still, I was so excited (and still). I have my own dream wedding, like every women have. Decent venue, beuatifully decorated with flowers, amazing laser-cut styrofoam as a wedding backdrop where we stand and smile for 2 hours, delicious food, good music, and so on. It should be my once in a lifetime experience having a big party with all my friends and families and hundred parent’s friends (whom I barely known, tho’). That’s my imagination in the very first place. I have no idea how complicated the preparation will be. So when you read this post, I’ve been suffering from a disease called bride-zilla for 3 months already.

BUT WELL, this disease brings me to this blog and I’ll share you whatever about my wedding preparation. It’s fun, it’s sad, it’s disappointing, it is exciting, it’s everything. And it really needs two to tango.

Here were my checklist to do for my wedding preparation, as you might continue read my blog, some checklist will be eliminated or added. This checklist is made in January 2016:

1. Venue: should accomodate 2000 persons/pax.

2. Decoration: Javanese modern touch.

3. Catering: following my brother’s wedding in 2014.

4. Music: same as no.3

5. Dress: kebaya and beskap.

6. Wedding organizer: same as no.3

7. Invitation: cheap but decent.

8. Souvenir: cheap but decent, usual souvenir like jar, or glass, etc

9. Photobooth

10.Video and Photography

There were A LOT THINGS TO DO, yes?

Love,

Bridecrisis